“Yank Aq Pergi, Istrimu”

TANPA MASALAH: Sepucuk surat yang ditinggalkan Siti Chotimah. TKP jembatan Dam Blobo tempat korban bunuh diri serta rumah duka di Desa Sukoraharjo Kepanjen.( NMP-M PRASETYO LANANG.)

Malang, NewMalangPos – Apa motif yang mendorong Siti Chotimah, nekad bunuh diri masih misteri. Karena baik suami serta ibu mertuanya sama-sama mengaku tidak tahu. Mereka bahkan masih belum percaya kalau korban yang baru dua minggu melahirkan bayi kembar tersebut nekad bunuh diri.

Ditemui di rumahnya Dusun Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Rudi Sudarwanto, suami korban terlihat masih terpukul. Dia kehilangan istri yang baru saja memberinya bayi kembar bernama Naira dan Anaia.

“Harusnya kami bahagia karena baru memiliki anak kembar. Saya tidak tahu kenapa kok dia (istrinya, red) nekad,” ucap Rudi Sudarwanto.

Baca Juga :  Jabatan Kosong Hambat Kinerja

Dikatakannya bahwa hubungan dirinya dengan Situ Chotimah selama ini baik-baik saja. Sama sekali tidak ada permasalahan apapun. Bahkan sebelumnya masih ngobrol dan bercanda bareng.

Hanya secarik kertas yang menjadi surat terakhir dari korban Siti Chotimah. Surat itu ditemukan di meja makan di bawah gelas susu. Rudi menemukan ketika terbangun sewaktu bayinya menangis, sementara istrinya tidak ada.

Surat di kertas putih itu hanya tertulis empat kata. Namun cukup membuat Rudi sangat terpukul. ‘Yank aq pergi, istrimu’. Tulis pesan singkat korban pada suaminya.

Baca Juga :  Masak dengan Tungku, Bahan Makanan Panen dari Lahan Sendiri

“Semua di luar nalar. Padahal dia jalan beberapa meter saja kesakitan dan harus dibantu. Tetapi ini jalan dari rumah sampai jembatan,” katanya.

Begitu juga dengan Rumani, mertuanya juga masih tidak percaya. Dia sama sekali tidak menduga kalau Siti Chotimah bisa senekad itu. Padahal sebelumnya sama sekali tidak ada masalah.

“Selama ini sebetulnya sama sekali tidak ada masalah. Juga tidak pernah bertengkar,” tutur Rumani.

Dia mengatakan bahwa sebenarnya korban Siti Chotimah adalah pribadi yang sayang dengan keluarga. Seharusnya bahagia usai mendapat anak kembar, tetapi malah nekad bunuh diri.(tyo/agp)