Yakin Bisa, Arema!

NewMalangPos – Melihat permainan Arema FC saat menghadapi PSIS Semarang, ada harapan Singo Edan bakal segera bangkit dan kembali on the track. Meski saat itu gagal raih kemenangan.

Banyak peluang tercipta, tak satupun berbuah gol. Bahkan peluang emas, tinggallah peluang. Pantas jika PSIS merasa hasil imbang adalah ‘kemenangan’.

Ya begitulah dalam permainan sepakbola, juga ada faktor keberuntungan. Meski yang namanya keberuntungan ini bisa  disiapkan dengan matang saat latihan.

Terlepas keberuntungan, penonton melihatnya lini depan Singo Edan tak bertaring alias tumpul. Tanpa mengetahui dengan pasti, persoalan teknis dan non teknis, hingga dari sekian peluang, gagal menjadi gol.

Kurang latihan finishing-kah? Pemain under pressure-kah? Masalah taktik strategi pelatih-kah? Atau memang keberuntungan lagi tak berpihak?

Pastinya, permainan Arema malam itu cukup menyulitkan PSIS yang kini bertengger di papan atas, klasemen sementara Liga 1 2021/2022.

Artinya Alfarizi dkk sebenarnya bisa main bagus. Ada harapan untuk Arema benar-benar rasakan kemenangan di awal kompetisi ini, setelah empat laga hanya bisa mengemas tiga poin dari tiga kali imbang.

Semua pasti berharap, Arema segera bangkit dan meninggalkan papan bawah. Bahkan peluang target juara belum tertutup. Tentu dengan laga berikutnya bisa menang dan menang.

Baca Juga :  Babak Pertama Arema FC Vs Bhayangkara FC 0-0

Dukung lagi. Support lagi. Semoga hasil imbang 0-0 lawan PSIS adalah yang terakhir. Berikutnya bisa menang dan terus menang di setiap laga Singo Edan.

Jadwal terdekat Singo Edan akan menghadapi Persipura Jayapura, Rabu (29/9) lusa. Tidak seperti laga sebelumnya dengan cukup waktu untuk recovery, kali ini relatif singkat.

Sementara Dedik dkk butuh recovery fisik dan mental. Terutama mental, meski mereka pemain profesional, sedikit banyak urusan mental cukup berpengaruh.

Mental tanding termasuk urusan non teknis yang mungkin tak terlihat persiapannya. Namun pengaruhnya cukup besar. Jika tak siap, maka urusan teknis pun jadi kacau.

Arema pun terus berbenah, hingga laga keempat tampil lebih baik. Meski masih belum bisa menang. Pembuktian selanjutnya saat menghadapi tim asuhan Jacksen F Tiago.

Baik Arema maupun Persipura sama-sama dalam proses bangkit. Setelah sempat mencicipi zona degradasi beberapa waktu lalu. Keduanya tengah berusaha kembali ke jalur tim papan atas.

Hanya saja, modal Persipura memang lebih baik setelah di laga sebelumnya menang lawan  Persiraja Banda Aceh. Posisinya pun sedikit lebih baik, di atas tim Arema.

Baca Juga :  Sanusi Beri Semangat Koko Indra Berlaga di PON Papua

Namun itu tak bisa dijadikan patokan, untuk hasil pertemuan kedua tim lusa. Begitu pun permainan Arema saat lawan PSIS sebenarnya juga tak bisa lagi dibuat acuan.

Kondisi tim sudah beda, formasi pemain mungkin berubah, taktik dan strategi juga tak sama. Termasuk kondisi fisik dan mental masing-masing pemain tak sama.

Bisa jadi, permainan Arema lebih garang dari sebelumnya. Lini depan pun sudah lebih tajam dari sebelumnya. Semua kemungkinan itu ada. Arema bisa menang lawan Persipura.

Entah bermain cantik, main membosankan, penting menang. Selama itu memang bagian taktik dan strategi untuk menang. Mau menguasai permainan atau tidak, lebih penting memenangkan pertandingan.

Apakah harus banyak peluang, atau hanya satu gol, penting itu membuat Arema menang. Karena setiap laga menghadapi Persipura selalu tidak mudah. Khususnya dengan pelatih Jacksen F Tiago.

Rasanya tak perlu lagi mengingatkan tim pelatih Arema. Pastinya sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menang. Termasuk pemain, juga sudah paham, apa yang harus mereka lakukan.

Mungkin hanya perlu diyakinkan bahwa Arema adalah tim besar. Tim yang selalu disegani lawan. Arema bukan tim pecundang. Singo Edan bisa menang. Harus menang.

Baca Juga :  Tunggu Jadwal Tanding, Arema FC Samakan Visi

Hanya kemenangan yang akan menjawab keraguan Aremania akan tim Arema selama ini.  Hanya dengan tambahan tiga poin, bisa mengembalikan kepercayaan publik. Sekaligus untuk menyenangkan para sponsor.

Apa pun yang disampaikan Aremania, baik support, dukungan serta cacian dan makian adalah bentuk kecintaan mereka pada Arema. Itu semua adalah bumbu penyedap, selama Arema mengarungi kompetisi. Pujian dan cacian akan berjalan seiring.

Aremania dengan sekian banyak kepala dan keinginan, adalah penyemangat. Karena sejatinya Aremania ada untuk Arema. Begitu juga Arema, hadir untuk Arema.

Arema juara tentu untuk Aremania. Jika Arema terpuruk, Aremania pasti yang terluka. Aremania dengan segala dinamikanya, adalah bagian tak terpisahkan dari Arema.

Baru empat laga belum raih kemenangan, tak akan membuat Aremania berpaling. Bahkan saat Arema pernah degradasi, Aremania tetap dukung Arema.

Aremania tak akan berganti atribut tim lain. Arema adalah panggilan jiwa, meski terkadang sedih dan malu melihat hasil Arema. Aremania hanya untuk Arema. Yakin bisa, Arema! Menang dan menang! (*)

artikel Pilihan