Wedding Boleh Asal Dapat Izin Satgas Covid-19

24

Diskusi NMP ‘Creative Wedding in Pandemic Crisis’ (habis)

NewMalangPos, MALANG – Penyesuaian jumlah tamu undangan pernikahan selama masa pandemi Covid-19 turut berdampak ke vendor lain seperti MC, photography dan dekorasi. Dampak yang dirasakan oleh penyedia jasa dekorasi yakni penyusutan jenis pesanan dekorasi. Yang biasanya klien berani menggunakan dekorasi kompleks kini beralih ke dekorasi minimalis. Otomatis jumlah pendapatan yang diterima juga mengalami penurunan.

Diungkapkan oleh perwakilan dari Majesty Decoration L. Fang Fang dalam diskusi Creative Wedding in Pandemic Crisis di THE 1O1 Malang OJ Rabu (24/2) lalu, penyusutan tersebut disebabkan adanya penurunan jumlah tamu undangan. Sebagian besar klien beranggapan bahwa apabila undangan tidak banyak dekorasi yang digunakan cukup model minimalis.

“Tapi kami juga edukasi mereka bahwa meskipun acaranya kecil dan sederhana, bukan berarti dekorasi yang digunakan juga minimalis. Dekorasi harus bagus agar hasil fotonya juga bagus, supaya momen bahagia mereka bisa terabadikan dengan baik,” ujar Fang Fang.

Selain peralihan model dekorasi, Majesty Decoration tidak banyak mengalami kendala karena vendor ini tidak terlibat dalam acara. Namun penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan mulai dari crew hingga ke pengerjaannya. Dekorasi sebelum diangkut ke dalam truk wajib disemprot disinfektan dan penyemprotan kembali dilakukan setalah dekor terpasang di lokasi acara.

Penerapan prokes yang dijalankan saat pelaksanaan wedding tersebut sudah ketat namun ternyata masih banyak klien yang merasa ragu. Mereka khawatir ketika acara berlangsung dihentikan oleh pihak berwenang, apalagi Majesty Decoration pernah mengalami hal tersebut beberapa waktu lalu.

Ia pun meminta pemerintah untuk memberikan kebijakan yang tidak berubah-berubah dan tidak mendadak. Sehingga kejadian pembubaran acara pernikahan tidak perlu terjadi lagi, karena klien juga telah mengeluarkan biaya yang tak murah.

Menanggapi hal tersebut Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Diyah Setyati mengatakan, setiap kegiatan pernikahan berlangsung harus mengantongi izin dari Satgas Covid-19 dimanapun acara berlangsung.

“Kalau izinnya sudah beres, baru melangsungkan pernikahan karena saya tahu semua sudah menerapkan protokol kesehatan. Kalau soal kebijakan kami dapat pemberitahuan dari pusat juga mendadak. Misalnya tentang PPKM itu kami memakai aturan yang sebelumnya,” ujar Diyah.

Ia menegaskan pelaksanaan kegiatan masyarakat boleh berlangsung termasuk acara wedding, namun dengan pembatasan-pembatasan tertentu. Seperti tamu undangan tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas gedung. Misalnya hotel kapasitasnya 100 orang dengan aturan maksimal hanya 50 persen berarti maksimal yang ada di dalam ruangan tersebut hanya 50 orang.

Sementara bagi para klien yang menginginkan membuat acara di gedung tertentu sementara gedung yang dituju belum mengantongi izin, pihak penyelenggara bisa mengajukan izin ke Satgas Covid-19.

“Misal kapasitas gedung 200 orang, kemudian tamu hanya 100 orang mungkin bisa mengajukan izin, dengan undangan yang diatur secara sesi tentunya,” terang perempuan berhijab ini.

Sementara acara di luar gedung sebenarnya jauh lebih enak karena sirkulasi udara lebih bagus namun risikonya adalah mengundang kerumunan. Apalagi jika kegiatan dilangsungkan di daerah pedesaan, sebagian masyarakat di pedesaan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Pun demikian acara mall seperti pameran, kerumunan pengunjung tidak bisa dibendung. Karena mereka akan berhenti di stand yang disukai. Di sinilah peran MC untuk mengarahkan pengunjung agar tidak berkerumun.

“Peraturan masing-masing daerah kadang juga berbeda. Misalnya di daerah Kabupaten belum tentu sama, karena kami ada zonasi. Kalau zonasinya merah kita tidak boleh menggelar acara sama sekali, dikhawatirkan apabila tetap menggelar acara akan ada penyebaran Covid-19,” tegas Diyah.

Apabila zona wilayah tersebut hijau, kegiatan boleh dilangsungkan dengan protokol kesehatan dan menjalankan PPKM serta diberlakukan pembatasan waktu. Maksimal hingga pukul 22.00, agar ekonomi masyarakat di Malang juga tetap berjalan.

“Selain itu, pertemuan di masa pandemi pada dasarnya tidak boleh lebih dari dua jam di dalam ruangan. Apabila ingin berlangsung lama dapat mengalihkan pertemuan secara virtual,” tutupnya.

Diskusi Creative Wedding in Pandemic Crisis diselenggarakan oleh New Malang Pos untuk bersinergi dengan para pelaku wedding sehingga ada pergerakan ekonomi di Kota Malang. Diskusi ini mengajak para vendor pernikahan mulai wedding organizer, fotografi, dekorasi, MC, catering dan entertaint untuk bersama-sama bekerja sama membangkitkan kembali ekonomi Kota Malang. Juga diikuti oleh Kasat Binmas Polresta Malang Kota Kompol Barkah Jayadi dan Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Diyah Setyati. (lin/ley)