Warga Punten Bagikan LPG Gratis Bagi Warga Terdampak PPKM Darurat

GRATIS: Anis Juniarto (56) warga Jalan Raya Selecta Gempol No 81 Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu menyalurkan bantuan LPG 3 Kg gratis bagi warga yang membutuhkan.(NMP/KERISDIANTO)

KOTA BATU, NewMalangPos – Banyak cara berbagi dilakukan bagi sesama di tengah pandemi dan pemberlakukan PPKM Darurat ini. Salah satunya adalah Anis Juniarto (56) warga asal Jalan Raya Selecta Gempol No 81 Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang memberikan bantuan LPG 3 Kg gratis bagi yang membutuhkan.

“Bantuan LGP 3 Kg bagi warga yang terdampak PPKM Darurat ini merupakan cara saya untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Terutama mereka yang sangat terdampak PPKM Darurat ini,” ujar Anis kepada New Malang Pos, Rabu (21/7) siang.

Baca Juga :  Usai PPKM Kedua, PPKM Mikro Diberlakukan di Kota Malang

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cukup menghubungi kontak miliknya. Kemudian ia akan mengantar atau masyarakat yang membutuhkan yang datang sendiri ke pangkalan LPG miliknya di Punten. 

“Jadi masyarakat yang butuh cukup hubungi saya di nomor 0813-3128-0123. Kemudian kami akan antar atau mereka yang ambil sendiri ke pangkalan saya dengan membawa tabung gas kosong untuk ditukar yang telah ada isinya,” bebernya.

Anis menerangkan bantuan LPG melon diberikan setiap hari selama PPKM Darurat. Diketahui PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli. Namun untuk bantuan yang diberikan juga terbatas, yakni per hari hingga enam tabung.

Baca Juga :  Rafli Ingin Comeback di Semifinal

“Memang bantuan tidak banyak, per hari saya sediakan sampai enam tabung. Ini agar usaha tetap jalan dan bantuan tabung tetap bisa diberikan,” terangnya.

Anis sendiri menyampaikan jika dirinya memiliki pangkalan LPG sejak delapan tahun lalu. Setiap hari rata-rata ia mampu mendatangkan satu truk LPG. Dengan harga jual Rp 16 ribu untuk LPG 3 Kg.

Ia juga mengakui dengan pemberlakukan PPKM Darurat omset yang didapat memang menurun. Pasalnya banyak pedagang yang libur berjualan akibat pembatasan kegiatan dan pemberlakuan jam malam.

Baca Juga :  Awas Jalan Payung 1 Retak

“Namun menurunnya omset bukan alasan untuk tidak berbagi kepada sesama. Setidaknya ini juga bisa menjadi semangat bagi lainnya untuk saling berbagi,” pungkasnya. (eri/jon)