Warga Malang Raya Boleh Mudik, Ini Wilayah Aglomerasi yang Diperbolehkan

APEL: Forkopimda ikuti Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1142 H Senin (26/4) pagi ini.(NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

KOTA BATU, NewMalangPos – Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1142 H digelar Senin (26/4) pagi ini oleh Polres Batu. Dalam apel yang diikuti oleh Forkopimda tersebut pemerintah telah menetapkan larangan mudik pada 6–17 Mei mendatang.

Hanya saja, dalam teknik pelarangan mudik muncul kebijakan baru. Yakni pergerakan kendaraan di kabupaten/kota yang saling terhubung atau wilayah aglomerasi masih diperbolehkan. Untuk Kota Batu, pemerintah telah menunjuk kabupaten/kota yang masuk wilayah aglomerasi Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo.

Baca Juga :  Gencarkan Vaksinasi di Tiap Kecamatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo usai menggelar Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik yang nantinya akan menurunkan sekitar 500 petugas gabungan. Meliputi Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, PMI, dan beberapa ormas.

“Sesuai instruksi Polda Jatim untuk teknis larangan mudik diterapkan aglomerasi. Untuk wilayah aglomerasi Kota Batu meliputi Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo. Artinya saat lebaran, bagi warga di daerah aglomerasi tersebut boleh mudik. Di luar itu akan tidak boleh,” ujar Catur kepada New Malang Pos pagi ini.

Baca Juga :  Horeee… Dapat Hadiah Motor

Lebih lanjut ia menerangkan di wilayah hukum Polres Batu yang masuk rayonisasi Malang Raya. Pihaknya mendapat tugas pos penyekatan di perbatasan Kediri untuk menghalau pemudik dari Kediri ke Malang Raya.

Sedangkan untuk di wilayah Kota Batu sendiri Polres juga mendirikan pos pengamanan, pos pantau, dan pos pelayanan. Pos-pos tersebut tujuannya untuk memudahkan operasional dan mobilisasi petugas. Serta pengamanan, pemantauan, dan pelayanan bagi pemudik, wisatawan atau kegiatan lain di wilayah aglomerasi yang telah ditentukan. (eri/ley)

artikel Pilihan