Warga Bunulrejo Tewas Membusuk

9
Petugas Polsekta Blimbing dibantu relawan dan warga mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan tewas membusuk. (NMP-IST)

Sempat Mengeluh Sakit Batuk dan Nyeri di Dada

MALANG – Warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Senin (5/4) malam geger. Masyarakat heboh dengan kematian M. Kuswo Karjanu, warga setempat. Pria berusia 48 tahun ini, ditemukan tewas di dalam rumahnya.

Ketika ditemukan kondisinya sudah membusuk dan mengeluarkan bau anyir. Kemungkinan korban meninggal dunia lebih dari lima hari. Dugaan kematiannya karena sakit yang dideritanya.
“Dari hasil identifikasi dan olah TKP, sama sekali tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban meninggal dunia diduga karena sakit,” ujar Kapolsekta Blimbing Kompol Hery Wahyu Widodo.

Menurutnya, korban diketahui keluar rumah pada Rabu (31/3) lalu. Saat itu korban pergi ke rumah keponakannya. Dia mengeluhkan sakit batuk sejak sebulan terakhir. Selain itu dadanya juga terasa nyeri.
“Setelah dari rumah keponakannya, korban langsung pulang. Semenjak itu sudah tidak ada komunikasi lagi dengan keponakan serta tetangganya,” katanya.

Senin (5/4) lalu sekitar pukul 16.00 keponakannya curiga karena korban tidak datang ke rumahnya. Padahal biasanya dua hari sekali datang. Selanjutnya saksi mendatangi rumah korban untuk menjenguk sekaligus memberi uang untuk kebutuhan korban.

Namun sampai depan rumah, saksi melihat pintu rumah korban dalam kondisi terbuka. Tetapi saat dipanggil berulang kali tidak ada jawaban. Saksi makin curiga karena dari luar tercium bau anyir yang sangat menyengat.
Akhirnya saksi memberanikan diri. Keponakannya masuk ke dalam rumah untuk memastikan apa yang terjadi. Begitu mengetahui pamannya sudah meninggal dunia, saksi memberitahu warga sekitar. Selanjutnya melaporkan ke petugas Polsekta Blimbing.

Polisi lantas datang ke lokasi kejadian. Dibantu relawan, petugas mengevakuasi jenazah korban dengan membawanya ke kamar mayat RSSA Malang. Jenazahnya hanya visum luar, lantaran menerima kematian korban sebagai musibah.(rex/agp)