Wajib Trial Pemain Asing

11

MALANG, NewMalangPos – Arema FC masih terus memburu pemain-pemain asing yang bisa ditambahkan ke dalam skuatnya. Manajemen pun tegas akan mengisi empat slot pemain asing yang tersedia dan sejumlah nama sudah dibidik agar segera bisa bergabung ke dalam tim. Namun, tim pelatih mengingatkan untuk tidak asal pilih pemain asing.

Asisten pelatih Arema FC Singgih Pitono menginginkan perburuan pemain asing ini bisa lebih selektif. Dengan begitu, jasa para pemain asing ini bisa berguna bagi tim. Dia tidak mau pemain asing yang didatangkan gagal bisa berbicara di tim, apalagi kalau sampai kualitasnya di bawah pemain lokal.

“Yang jelas, Arema FC ini butuh pemain asing untuk tiga posisi, striker, playmaker, dan stopper. Ada tiga pemain ini sudah ideal kok. Cuma yang sangat perlu diperhatikan, apakah ketiga pemain asing ini berkualitas atau tidak, itu yang perlu dinilai,” kata Singgih.

Sejak langkah Arema FC terhenti di Piala Menpora 2021, kini tidak ada lagi wajah pemain asing yang menghiasi skuat. Bek tengah Caio Ruan dan gelandang tengah Bruno Smith telah habis masa baktinya bersama Singo Edan lantaran performa mereka yang tidak begitu menjanjikan. Padahal, keberadaan pemain asing di skuat diharapkan untuk menaikkan standar permainan tim. Dengan kata lain, kualitas para pemain asing ini wajib berada di atas para pemain lokal.

“Dua pemain asing kami yang terakhir itu berat. Saya bisa bilang, kualitas pemain-pemain lokal kita sudah mengimbangi mereka. Posisinya sudah benar, sesuai dengan apa yang kami harapkan, cuman kan balik lagi, kualitasnya itu bagaimana,” ujar dia.

Pada proses perburuan pemain asing ini pun, menurut Singgih, informasi mengenai pemain harus betul-betul jelas. Sang pemain sudah teruji kemampuan individunya sebagai pesepakbola, terutama di posisi yang dia mainkan. Kemudian, karakter bermainnya sama atau dibutuhkan oleh tim.

Singgih juga mengutarakan, track record atau rekam jejak karier pemain asing tidak bisa jadi patokan kualitasnya. Dia menilai perlu ada pengamatan terhadap cara bermainnya di lapangan. Maka dari itu, pemberian masa trial kepada pemain asing bisa jauh lebih akurat daripada sekadar catatan belaka.

“Itu tidak bisa hanya seperti itu (liat rekam jejak). Saya pernah bilang juga, kalau perlu ditrial, ya trial, baru bisa lihat beneran. Biasanya saya diminta untuk menilai dari video. Cuman ya kadang-kadang video itu juga bisa menipu. Observasi kita bisa salah,” ungkapnya. (abr/ley)