Viral! Aksi Penganiayaan Wanita Penjaga Gerai Pulsa Ditangani Polresta Malang Kota

AKSI PENGANIAYAAN : Potongan gambar rekaman video penganiayaan yang terjadi Rabu, (28/4) dan saat kedua pihak dibawa di Mapolsekta Kedungkandang Kamis, (29/4).(NMP - IST)

MALANG, NewMalangPos – Aksi kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang perempuan penjaga konter pulsa dan aksesoris handphone HTM Cell, di Jalan Kebalen Wetan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Aksi ini terjadi pada Rabu, (28/4) sekitar pukul 18.45 dan terekam oleh CCTV konter tersebut.

Korban saat itu diketahui sedang bekerja sebagai penjaga gerai pulsa, dan ditemani oleh seorang laki-laki yang mengaku sebagai tunangan korban. Beberapa saat kemudian, pelaku menghardik korban saat sibuk bermain dengan gadgetnya.

Pelaku sempat mencoba meminta HP korban, dengan membentak. Korban yang enggan memberikan HP-nya mencoba menghindari pelaku yang terlihat sudah berang.

Baca Juga :  Pesimis Mulai Februari

Pelaku yang memang sudah berang coba mengejar korban dari sisi luar etalase gerai. Korban sempat mengatakan tidak ingin memberikan HP-nya kepada pelaku.

Pelaku yang sudah emosi, langsung menyergap korban, dan merebut paksa HP milik korban dan memukulinya. Selain itu pelaku juga menghardik korban saat melakukan pemukulan hingga korban terseok-seok.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah mengamankan kedua pihak baik korban dan terduga pelaku penganiayaan.

“Kami sudah bawa keduanya, untuk kami minta klarifikasi atas kejadian kemarin,” ujarnya.

Baca Juga :  Tuntutan Masyarakat Tinggi, e-Government Kabupaten Malang Wajib Update dan Akurat

Sebelumnya pada Kamis, (29/4) pukul 11.30, keduanya juga sudah diamankan di Polsek Kedungkandang Kota Malang untuk klarifikasi dan mediasi. Karena belum ada titik temu, keduanya pun dibawa dan ditangani langsung oleh Satreskrim Polresta Malang Kota sekitar pukul 12.00, di Mapolresta Malang Kota.

“Status keduanya ini mengaku sebagai tunangan, dan keduanya masih berusia 19 tahun, karena faktor cemburu,” tandasnya.

Pihaknya masih mengupayakan yang terbaik untuk keduanya. Apabila nantinya pihak korban membuat laporan ke pihak kepolisian atas penganiayaan yang dialaminya, pihaknya siap untuk melakukan proses hukum yang semestinya.

Baca Juga :  Retribusi Jasa Usaha Diarahkan Ramah Masyarakat

“Kami masih menunggu kalau pihak korban membuat laporan kepada pihak kepolisian. Kami akan tindaklanjuti,” tutupnya.

Kejadian penganiayaan ini sempat viral di media sosial instagram dan facebook. Hingga saat ini sudah ada puluhan hingga ratusan komentar membanjiri postingan tersebut, menanggapi hal tersebut pihak kepolisian bergerak cepat. (rex/ley)