Vaksinasi SMP Kartika IV-8, Siswa Nangis, Guru Turun Tangan

DITENANGKAN: Seorang siswa SMP Kartika IV-8 diberikan penguatan mental tenaga kesehatan sebelum diberikan dosis vaksin

NEW MALANG POS, MALANG – Ahmad Zufarudin menangis tak kala akan disuntik vaksin. Ia mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan saat disuntik hingga membuatnya trauma. Hingga saat akan diberikan dosis vaksin, pada Kamis (21/10) kemarin, ia sempat meronta dan menangis.

Siswa SMP Kartika IV-8 itu kemudian ditenangkan oleh beberapa guru dan tenaga medis. Yang lebih mendebarkan lagi, Ahmad belum sarapan sehingga mengakibatkan rasa gugup dan gemetar.

“Saya takut, dulu saat masih kelas 1 SD pernah ada petugas datang, padahal lagi enak belajar tiba-tiba ada kegiatan suntik, jadi takut di suntik lagi,” ucap Ahmad kepada New Malang Pos.

Baca Juga :  Parenting, Metode Terbaik ‘Selamatkan’ Anak

Kegiatan vaksinasi ini digelar oleh SMP Kartika IV-8 Malang. Bekerjasama dengan yayasan pendidikan dibawah naungan Kodim 0833 Kota Malang. Kepala SMP Kartika IV-8 Drs. Sanuri mengatakan siswanya yang menangis saat vaksin diketahui karena trauma pada jarum suntik.

Tetapi kendala itu segera ditangani oleh guru dan tim medis, sehingga proses vaksinasi tetap berjalan dengan lancar. “Kami berusaha untuk menyakinkan anak-anak bahwa vaksinasi ini penting dan tetap kami laksanakan dengan sedikit pemaksaan,” ujarnya.

Meskipun begitu, kata dia, pemaksaan dilakukan karena sudah mendapat izin dari orang tua siswa. Oleh karena itu, pihak guru berupaya sekuat tenaga agar setiap siswa mendapat dosis sesuai dengan harapan.

Baca Juga :  Mahasiswa PMM Kelompok 82 UMM, Edukasi PHBS Santri Pondok Anak Yatim Salman

Pihak sekolah juga menginformasikan kepada wali murid untuk mendampingi anak mereka ketika merasa gugup dan takut. “Jadi tidak seakan-akan pihak sekolah yang memaksa tetapi juga ada perizinan dari orang tua,” terangnya.

Sanuri mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi ini dilakukan di sekolah masing-masing agar lebih mudah dalam melakukan kegiatan vaksinasi. Siswa juga merasa lebih nyaman dan senang di sekolah sendiri.

Hal ini sesuai dengan kesepakatan kerjasama antara kodim, Dinas Kesehatan dan Dinas pendidikan Kota Malang. “Vaksinasi lebih enak di sekolah sendiri dari pada ditempat lain, karena ada beberapa sekolah yang memang tidak seratus persen siswanya ikut, bisa karena terkendala oleh jarak yang jauh dan tidak ada yang mengantar,” sambungnya.

Baca Juga :  Rancang Infrastruktur Jalan di Kawasan Wisata Perkemahan Bedengan

Sanuri mengungkapkan, sebanyak sembilan siswanya tidak bisa mengikuti vaksinasi dikarenakan memiliki riwayat penyakit bawaan. Total dosis vaksin yang disediakan mengikuti jumlah pelajar yang ada di SMP Kartika, yakni 408 siswa yang yang terdiri dari kelas 7, 8, dan 9.

“Kebetulan yang ikut vaksinasi hari ini sebanyak 315 siswa, sisanya ada yang sudah vaksin mandiri, dan sisanya ada yang belum diizinkan orang tua,” pungkasnya. (mg1/imm/udi)

artikel Pilihan