Utang Duit Lewat Pinjol? Ini Tutorialnya agar Aman

Ilustrasi-Pinjol

Jakarta, NewMalangPos – Tongam Lumban Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) menjelaskan terdapat empat tips untuk meminjam uang melalui aplikasi pinjaman online (pinjol) agar tetap aman. Tips pertama, cek daftar pinjol yang telah terdaftar dan memiliki berizin di laman resmi OJK.

“Ada di laman resmi OJK, jangan tanya ke aplikasi ini legal atau ilegal, simpan saja nama-nama yang legal. Harus simpan nama-nama yang legal, cek,” tutur Tongam saat menjadi narasumber #chatroom di Instagram CNNIndonesia.com, Jumat (17/9).

Baca Juga :  Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, PDIP: Tanda Tanya Besar Kenapa Tetap Dipaksakan?

Kedua, pinjam sesuai kebutuhan. Selain itu, masyarakat juga harus menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan bayar.

“Jangan pinjam untuk menutup utang lama. gali lubang tutup lubang. Pinjaman pertama gagal, pinjaman kedua setop,” ujar Tongam, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (18/9).

Ketiga, gunakan pinjaman dana dari pinjol untuk kegiatan produktif. Dana tersebut bisa digunakan untuk mendorong ekonomi keluarga.

Keempat, masyarakat harus memahami syarat, risiko, dan kewajiban dalam meminjam dana di pinjol. Jangan sampai, masyarakat menyesal setelah mengajukan pinjaman.

Baca Juga :  KopiGor, Ngopi Seru di GOR Bulutangkis

Diketahui, dalam daftar OJK per 25 Agustus 2021, terdapat 77 perusahaan pinjol yang telah terdaftar resmi dan mendapatkan izin usaha. Beberapa contohnya, seperti PT Pasar Dana Pinjaman, PT Investree Radhika Jaya, PT Amartha Mikro Fintek, PT Indo Fin Tek, PT Creative Mobile Adventure, PT Toko Modal Mitra Usaha, dan PT Digital Alpha Indonesia.

Selanjutnya, PT Mitrausaha Indonesia Grup, PT Pendanaan Teknologi Nusa, PT Kredit Pintar Indonesia, PT Astra Welab Digital Arta, PT Oriente Mas Sejahtera, PT Aman Cermat Cepat, dan PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia.

Baca Juga :  Sempat Hilang Kontak karena Badai, Kapal Berpenumpang 298 Orang di Sulsel Ditemukan

Kemudian, terdapat 39 perusahaan pinjol yang statusnya baru terdaftar di OJK. Contohnya, PT Digital Tunai Kita, PT Kas Wagon Indonesia, PT Mapan Global Reksa, PT Aktivaku Investama Teknologi, PT FinAccel Digital Indonesia, PT Crowde Membangun Bangsa, dan PT Mulia Inovasi Digital. (aud/bir/cnni/mg7/mg9/mar/nmp)

artikel Pilihan