Usai Mediasi Alot, Pelaku Perampokan Toko Emas di Banyuwangi Ternyata Dikenali Korban

75
Pemilik toko emas (Foto: Ardian Fanani/detik news)

NewMalangPos – Sebanyak 3,7 kg emas raib dari Toko Emas Wangi di Banyuwangi, Jumat (12/3) sore. Pemilik toko yang juga merupakan korban perampokan, mengaku mengenali satu dari empat pelaku perampokan tersebut.

“Ya saya kenal satu orang dari 4 pelaku itu. Yang satu saya baru tahu dari CCTV itu,” ujar Muhammad Hasan selaku pemilik toko emas, dilansir dari Detik News, Sabtu (13/3).

Hasan mengaku aksi perampokan toko emas itu terjadi setelah dirinya melakukan mediasi dengan salah satu rekan bisnisnya dan mediasi itu berlangsung alot. Tiba-tiba rekan bisnisnya itu meninggalkan mediasi yang digelar. Rupanya rekan bisnisnya itu kemudian bersama 3 orang lainnya melakukan penjarahan di toko emas miliknya.

“Memang saya mengetahui salah satu orang yang melakukan penjarahan. Saya dan Filbert itu ada utang-piutang. Maka ada mediasi dan saya bertanggung jawab. Makanya kok kenapa ada penjarahan seperti ini,” tambahnya.

Korban mengaku bahwa dirinya memiliki permasalahan utang-piutang dengan salah satu pelaku perampokan. Namun dirinya mengaku sudah memiliki iktikat baik dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Bahkan, terkait masalah itu, dirinya mengaku sudah melakukan mediasi.

“Ya sudah ada itikad baik. Sudah mediasi tapi tiba-tiba saja sebelum mediasi selesai mereka pergi. Ndak tahunya langsung ke toko menjarah emas,” pungkasnya.

Sebuah toko emas di Kecamatan Genteng Banyuwangi dijarah 4 pria tak dikenal. 3,7 Kg emas dirampas. Aksi penjarahan itu terekam CCTV toko dan dilaporkan ke aparat kepolisian. 4 Pelaku terekam saat masuk ke toko dari pintu samping.

Dalam rekaman CCTV itu, satu petugas wanita nampak menghalangi aksi 4 pelaku. Kemudian pelaku langsung mengambil perhiasan emas di etalase di toko itu. Petugas toko yang kebanyakan perempuan tak bisa berkutik dalam aksi yang dilakukan para penjarah itu, Jumat (12/3) sore. (fat/fat/dtk/mg3/ley/nmp)