Usai Aniaya Warga Purwakarta hingga Tewas, 6 TNI AL Dituntut 10 Tahun Penjara

Judge In Gloves To Protect From Coronavirus Writing On Paper Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov/detikcom

Bandung, NewMalangPos – Usai aniaya warga Purwakarta FM (40) hingga tewas, enam oknum Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) mendapatkan tuntutan 10 tahun kurungan penjara. Hasil tuntutan itu memancing kekecewaan dari keluarga korban.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Oditurat Militer Bandung dalam sidang lanjutan yang dilaksanakan di Pengadilan Militer (Dilmil) Bandung pada Kamis (21/10) malam. Oditurat mengungkapkan enam terdakwa oknum TNI AL tersebut bersalah sesuai dengan Pasal 338 KUHPidana. Tak hanya mendapathukuman penjara 10 tahun, para oknum TNI AL tersebut juga dihukum pemecatan.

“Setelah Oditur menuntut 10 tahun penjara dan dipecat dari dinas kesatuan TNI Angkatan Laut, jujur saya katakan, saya pribadi sebagai orang tua dari almarhum maupun keluarga langsung berontak karena tuntutan tersebut menurut kami kurang berkeadilan,” ucap Jonisah Pandapotan Manalu kepada wartawan di Jalan Bekatonik, Kota Bandung, dikutip detikcom, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga :  Pembongkaran 7 Makam Corona di Parepare, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Joni menyoroti pasal yang digunakan Oditur Militer saat menuntut enam terdakwa. Menurut Joni, pasal seharusnya para terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana bukan Pasal 338 KUHPidana.

“Karena primer dakwaannya di (Pasal) 340 Jo (Pasal) 338 dan yang kami tahu, kalau di (Pasal) 338 berarti terjadi penganiayaan spontan, atau di salah satu tempat. Sementara anak kami dijemput dari tempat usahanya menggunakan mobil. Jadi menurut kami sangat terpenuhi di (Pasal) 340-nya. Nah sementara dituntut kemarin pasal pokok 338 dituntut hanya 10 tahun penjara,” tutur dia.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Pasutri di Tangsel Dibekuk!

Pihaknya berharap agar majelis hakim dalam agenda putusan nanti yang rencananya dibacakan pada 1 November 2021, membuat putusan yang adil. Dia meminta agar majelis hakim menjatuhkan putusan di atas tuntutan.

“Kami berharap kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini agar memberikan putusan lebih berkeadilan atau di atas hukuman yang dituntut oleh oditur militer. Mudah-mudahan majelis hakim dapat mengabulkan keinginan kami,” ujarnya.

“Kami berharap majelis hakim yang menangani perkara ini di Pengadilan Militer dapat memberikan putusan dibatas tuntutan jaksa 10 tahun harapan kami di putusan maksimal,” kata dia menambahkan.

Baca Juga :  Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Hotel Samarinda, Ada 17 Tusukan di Sekujur Tubuh

Diketahui, enam oknum anggota Polisi Militer (POM) Angkatan Laut (AL) melakukan penganiayaan terhadap warga sipil diduga pelaku pencurian mobil di Purwakarta, Jawa Barat. Akibatnya, satu orang berinisial FM (40) tewas.

Keenam oknum anggota POM AL itu berinisial MFH, WI, YMA, BS, SMDR, dan MDS. Mereka memang bertugas di POM AL Purwakarta dan sedang melaksanakan kegiatan berkaitan dengan aktivitas atlet dayung.

(dir/ern/dtk/mg8/mg1/jon/nmp)

artikel Pilihan