Universitas Negeri Malang (UM), Rencanakan Internasional Joint and Double Degree

6
SERIUS:Wakil Rektor I Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., saat pertemuan secara virtual membahas program Internasional Joint and Double Degree yang digagas UM. (FOTO : IST)

MALANG, NewMalangPos – Universitas Negeri Malang (UM) bakal menyelenggarakan program internasional gelar bersama (joint degree) dan gelar ganda (double degree). Itu dibahas dalam pertemuan yang digelar secara virtual melalui platform Video Conference Zoom Meeting beberapa waktu yang lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D, Prof Suminar Setiati Achmadi dari IPB University dan Putri Nailatul Himma dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tutur hadir para Wakil Dekan I dan tim kerja sama luar negeri dari seluruh fakultas,

Gelar bersama atau joint degree merupakan kerja sama antara dua universitas yang menghasilkan satu gelar pada program studi dan jenjang yang sama. Sedangkan gelar ganda atau double degree merupakan kerja sama antara dua universitas yang menghasilkan dua gelar dari dua jenis program studi berbeda di jenjang yang sama.

“Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, para Wakil Dekan I dan tim kerja sama luar negeri Fakultas dapat menyebarluaskan dan menindaklanjuti informasi yang didapat ke dosen yang ada di Fakultas agar dapat berpartisipasi dalam program joint dan double degree,” ujar Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si. dalam sambutannya.

Putri Nailatul Himma selaku salah satu narasumber dari Kemendikbud memaparkan apa saja yang menjadi landasan dari kerjasama Joint Program ini. Ada tiga jenis kerja sama dalam joint program. Yakni gelar bersama (joint degree), gelar ganda (double degree) dan gelar ganda percepatan (acceleration).

Dasar hukum dari adanya kerja sama telah diatur dalam Permendikbud 14 tahun 2014 pasal 49 ayat 1, 2 dan 3. “Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, kreativitas, inovasi, mutu, dan relevansi pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi untuk peningkatan daya saing bangsa,” jelasnya.

Prof. Suminar juga memaparkan prinsip dasar dalam penyelenggaraan kerja sama. Menurutnya, yang terpenting dalam kerjasama tersebut adalah peningkatan daya saing bangsa. “Yang pertama itu berkontribusi pada peningkatan daya saing bangsa, kemudian kesetaraan dan saling menghormati, menghasilkan nilai tambah, berkelanjutan, serta mempertimbangkan keberagaman kultur lintas-daerah, nasional dan internasional,” paparnya. (imm/)