Ungkap Pembunuhan Sukun, Korban Dipukul Palu

Kapolresta Makota AKBP Budi Hermanto didampingi Waka Polresta Makota AKBP Deby Heryanto dan Kasat Reskrim Polresta Makota Kompol Tinton Yudha Riambodo merilis kasus pembunuhan, Selasa (28/9).(NMP - IPUNK PURWANTO)

MALANG, NewMalangPos – Aksi pembunuhan seorang wanita di Jalan Emprit Mas nomor 10 Kelurahan/Kecamatan Sukun oleh pasanganya, berhasil diungkap Satreskrim Polresta Malang Kota (Makota). Petugas mengungkap fakta, bahwa tersangka bernama Sofianto Liemmantoro alias Sofyan, 56, sudah merencanakan aksinya terhadap Ratna Darumi Soebagio, 56 sejak dua minggu sebelum kejadian.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan tersangka menghabisi nyawa Ratna (pasangan wanitanya) menggunakan kepala palu. Saat dilakukan penyidikan, tersangka mengakui bahwa gagang palu yang digunakan sengaja di lepas dan kepala palu itu digengnggam oleh tersangka.

“Tersangka mengaku memukulkan palu tersebut beberapa kali di bagian kepala korban. Sehingga korban menerima luka fatal dan meninggal dunia,” ujarnya pada saat konferensi pers pada Selasa (28/9).

Baca Juga :  PPKM Darurat Lebih Tegas, Jenis Sanksi Diatur Mendagri

Tersangka juga mengakui aksinya itu sudah direncanakan, dengan cukup matang. Termasuk siasat tersangka saat mencoba mengelabuhi fakta dengan membuat kondisi kamar korban seolah terkunci dari dalam.

“Ini yang sempat membingungkan petugas karena kondisi kamar yang minim celah untuk bisa mengunci dari luar. Namun setelah dilakukan penyidikan ditemukan sebuah pipa paralon yang digunakan pelaku untuk mengunci grendel pintu kamar korban yang seolah-seolah dilakukan dari dalam,” bebernya.

Kasat Reskrim Polresta Makota Kompol Tinton Yudha Riambodo menambahkan, pelaku nekat merencanakan aksinya lantaran sudah lama memendam sakit hati. Dia memanfaatakn momen saat korban akan berpindah rumah ke Jalan Kurmo Kelurahan/Kecamatan Sukun.

Tersangka diketahui menganggur dan kehidupannya bergantung pada korban. Ini yang diduga memicu korban untuk mencoba meninggalkan tersangka ke rumah barunya.

Baca Juga :  Identifikasi Rokok Ilegal, Bagikan Detektor Pita Cukai

“Karena merasa tidak dihargai dan sering bersitegang akhirnya terbesit dibenak tersangka untuk menghabisi korban. Apalagi korban mencoba meninggalkan tersangka dengan pindah ke rumah barunya,” lanjutnya.

Tinton menjelaskan bahwa Ratna dihabisi Sofyan, pada Jumat (17/9) malam. Korban ditemukan tidak bernyawa oleh sang anak Bayu Alunratrie yang berusia 23 tahun itu pada Sabtu, (18/9) dini hari sepulang dari mencari makan di luar rumah.

Atas penuturan tersangka korban awalnya sedang bersih diri di kamar mandi yang berada di dalam kamar korban. Setelah mengintip posisi korban, pelaku langsung mendekap dari belakang.

Ratna sempat mencoba untuk melawan, kemudian palu yang sudah disiapkan Sofyan langsung dihantamkan ke kepala korban beberapa kali.

Baca Juga :  Ratusan Miliar Rupiah di BTT

“Dari hasil autopsi kami menyampaikan ada beberapa luka di kepala korban. Yakni luka tumbuk hingga membuat tulang tengkorak belakang korban pesok ke dalam, kemudian luka gores panjang di kedua sisi kepala korban dan ada luka gores di bagian kepala depan korban,” bebernya.

Sehingga dalam hal ini sudah dapat dipastikan, bahwa korban mengalami tindak kekerasan. Bukan meninggal atas kejadian di luar kendali, seperti halnya kecelakaan di dalam kamar mandi.

Sofyan kini harus mempertanggungjawakan perbuatannya. Saat ini ia disangkakan dengan pasal 340 Subs 338 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup. (rex/jon/nmp)

artikel Pilihan