UIN Maliki Satker Terbaik BLU Raih Penghargaan PRISMA dari Kemenkeu

3
piagam
Rektor Universitas Islam Negeri Malang, Prof Abdul Haris menerima piagam penghargaan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Dedi Sopandi. (NMP-IAN NURMAJIDI)

MALANG, NewMalangPos – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang kembali mendapatkan penghargaan sebagai Satker Terbaik 1 triwulan IV 2021 kategori Badan Layanan Umum (BLU). Penghargaan Pelayanan Prima Satker Utama (PRISMA) tersebut diterima Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Dedi Sopandi, di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Kamis, (15/4).

UIN Maliki memperoleh nilai indikator sebesar 125,48. Selain UIN Malang, menempati terbaik kedua dalam kategori Satker BLU yakni Universitas Negeri Malang dan terbaik ketiga Universitas Brawijaya Malang.

“Satu apresiasi yang luar biasa terhadap pelaksanaan penyelenggaran dan pengelolaan BLU ini. Seingat saya dua kali. Mungkin lebih dari itu ya. Tapi ini penghargaan yang luar biasa, diatas UB diatas UM,” ujar Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris, kepada awak media usai menerima piagam penghargaan.

Ia melanjutkan, komitmen UIN Malang dalam pengelolaan BLU dilakukan secara profesional. Poin penting dalam pengelolaan BLU harus dilakukan secara efektif dan efisien.

“Tentu yang tau persis kriterianya adalah KPPN. Tetapi kita kelola BLU ini dengan sebaik baiknya. Misalnya serapannya sesuai dengan timeline yang telah dibuat. Kemudian efisiensi, efektifitas dan lain sebagainya. BLU ini sejak lama, sejak 2008 lalu, kalau tidak salah,” terangnya.

Penganugerahan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi KPPN Malang selaku Kuasa Bendahara Umum Negara terhadap satuan kerja mitra berklasifikasi Badan Layanan Umum (BLU). Capaian kinerja pengelolaan keuangan yang optimal sebagaimana terangkum pada IKPA (Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran), serta pelaksanaan pelaporan capaian output.

Kepala KPPN Malang, Teddy ST. M.Si mengatakan, setelah ada kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah pusat pihaknya lantas melakukan pengisian sesuai dengan yang dilaporkan oleh seluruh Satker. Pengisiannya pun melalui aplikasi tersendiri yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Indikator capaian output dilakukan secara aplikasi. Sudah disediakan pusat untuk menghitung capaian otuput, betul betul kita ambil by sistem,” terang Tedy.

Dari indikator tersebut akan menghasilkan sebuah nilai yang nantinya nilai tersebut dapat menjadi salah satu hal yang mempengaruhi dalam opini BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Oleh karenanya, dengan penghargaan ini, Tedy berharap agar satker lain dapat termotivatasi untuk memberikan yang terbaik.

“Harapannya bisa memotivasi Satker menerima penghargaan untuk lebih baik lagi, dan juga memotivasi satker lainnya untuk melaksanakan anggarannya dengan baik, tertib, efisien dan akuntabel,” katanya. (ian/aim)