Tunggu Hasil Otopsi dan DNA

NEW MALANG POS, MALANG – Polisi belum bisa memastikan apakah jazad balita yang ditemukan di sungai Desa/Kecamatan Bululawang Kamis lalu, adalah Bagus Setya Ramadhan. Balita berusia 17 bulan yang hilang misterius sekitar sepekan lalu. Karena keluarga korban tidak meyakini bahwa jasad itu adalah Bagus.

Untuk memastikannya, polisi masih menunggu hasil otopsi dari Forensik RSSA Malang. Kamis (22/10) malam, jasad balita yang ditemukan di sungai langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk diotopsi.

“Masih belum bisa dipastikan. Karena saat ini kami masih menunggu hasil otopsi,” ujar Kapolsek Bululawang Kompol Pudjiono.

Selain hasil otopsi, polisi juga berencana melakukan tes DNA. Kamis malam polisi sudah mengambil sample dari jazad balita serta orangtua Bagus, untuk keperluan DNA. Selanjutnya akan dibawa ke Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan.

“Untuk tes DNA kami masih melengkapi berkas administrasinya. Setelah lengkap baru kami bawa ke Polda Jatim untuk tes DNA,” tuturnya.

Selama menunggu hasil otopsi dan DNA, jazad balita sementara waktu disimpan di kamar mayat RSSA Malang. Baru nanti setelah ada kepastian, jazad tersebut akan dimakamkan.

Sekadar diketahui, Kamis (22/10) siang, ada penemuan mayat balita di sungai Desa/Kecamatan Bululawang. Saat ditemukan kondisi mayatnya sudah membusuk. Sudah tidak bisa dikenali lagi karena kondisi kepalanya juga hancur.

Saat ditemukan mayat balita itu tersangkut batu. Sewaktu ditemukan warga kondisinya terkelungkup.

Menguat dugaan bahwa mayat balita itu adalah Bagus Setya Ramadhan. Karena lokasi Bagus hilang dan mayat balita ditemukan itu tidak terlalu jauh. Hanya berjarak sekitar 1 kilometer.

Tetapi apakah mayat balita itu adalah Bagus, masih belum bisa dipastikan. Keluarga tidak meyakini kalau mayat itu adalah Bagus. Salah satunya dari celana dalam yang masih melekat pada mayat balita.

Keluarga mengatakan bahwa saat hilang, Bagus mengenakan celana dalam warna hijau. Sedangkan mayat balita itu celana dalamnya berwarna kuning.

Sehingga untuk memastikannya, usai dievakuasi jenazah dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Untuk mengidentifikasi, polisi memintakan otopsi. Hasil otopsi itulah yang nantinya memastikan apakah mayat balita itu Bagus atau tidak.(agp)