Terapis Rumah Pijat Tewas Bersimbah Darah Dibunuh Pelanggan

Jenazah korban dievakuasi (Foto: Enggran Eko Budianto/Detikcom)

NewMalangPos – Seorang terapis perempuan rumah pijat di Jalan Raya Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto tewas dibunuh pelanggannya. Sementara teman korban menderita luka bacok di telinga kiri.

Saksi yang juga warga Desa Mlirip Eki (30) mengatakan awalnya dirinya mendengar teriakan korban meminta tolong sekitar pukul 11.00 WIB. Dia pun bergegas mendatangi rumah pijat tradisional tersebut.

Eki dibuat ngeri saat melihat kondisi di dalam rumah pijat. Karena darah berceceran di lantai.

Salah seorang terapis bernama Santi, tewas bersimbah darah di dalamnya. Janda berusia sekitar 35 tahun asal Loceret, Nganjuk ini menderita luka tusuk di lehernya.

Sedangkan rekan korban, Tatik (47) menderita luka bacok di telinga kiri. Tatik merupakan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis.

Baca Juga: Serangan Jantung, Terjatuh, Lalu Tewas

“Saat saya datang, pelaku kabur pakai sepeda motor Honda BeAT ke arah timur. Saya kejar, tapi dia berhasil lolos. Laki-laki usianya 40-45 tahunan,” kata Eki kepada wartawan di lokasi, dikutip dari Detik News, Kamis (4/2).

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi menjelaskan Santi dan Tatik diduga diserang oleh seorang pelanggan mereka. Pelaku melukai kedua terapis rumah pijat tersebut menggunakan sebilah sabit.

“Korban (Santi) luka tusuk di leher mengakibatkan meninggal dunia. Satunya (Tatik) luka di belakang telinga sebelah kiri,” terangnya.

Deddy menambahkan, saat ini pihaknya mengejar pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor. Korban selamat telah dievakuasi ke RSUD RA Basoeni, Gedeg. Sedangkan jenazah terapis Santi dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk diautopsi.

“Karena korban teriak, pelaku kabur dengan sepeda motor. Kami lakukan pengejaran,” tandas Deddy. (iwd/dtk/nmp)