Terancam 7 Tahun Penjara. Mantan KCP Bank Mega, Tersangka Kasus Penggelapan Uang Nasabah

NEW MALANG POS, MALANG – Yanti Andarias, mantan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Mega terancam hukuman 7 tahun penjara. Warga Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun ini, dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat rilis kasus mantan KCP Bank Mega, Kamis (26/11) kemarin, mengatakan bahwa pasal yang dijerat sesuai laporan korban. Ada dua orang korban warga Kecamatan Dau yang menjadi korbannya.

Yakni pasangan suami istri (Pasutri), Bambang dan Rully. Mereka adalah nasabah Bank Mega. Keduanya mengalami kerugian cukup besar akibat penipuan bermodus investasi bodong yang dilakukan tersangka.

“Totalnya Rp 940 juta. Untuk korban Bambang nilainya sebesar Rp 700 juta, sedangkan korban Rully sebesar Rp 240 juta,” jelas Hendri Umar.

Menurutnya, korban penipuan tersangka Yanti Andarias ada delapan orang. Dua orang melapor ke Polres Malang pada bulan September 2020 lalu, sedangkan enam korban lain melapor ke Polresta Malang Kota. Semuanya adalah nasabah dari Bank Mega.

Kedua korban yang melapor ke Polres Malang adalah nasabah lama. Mereka juga kenal dengan tersangka Yanti Andarias. Keduanya tertipu uang ratusan juta, karena modus investasi bodong yang dilakukan oleh tersangka.

Ceritanya, tersangka menawarkan deposito cash back pada Bambang dan Rully. Dari deposito yang ditanamkan, korban dijanjikan akan mendapat bunga setiap bulannya. Misalnya menanamkan modal Rp 500 juta, setiap bulannya korban akan mendapat Rp 5 juta.

Uang modal yang ditanamkan korban ini, berlangsung sejak bulan Juni 2019 sampai Agustus 2020. Namun setelah setor sejumlah uang, ternyata janji mendapatkan bunga tidak ada.

“Iming-iming lainnya, bahwa uang yang didepositokan bisa ditarik lagi secara utuh,” katanya. Namun ternyata janji itu tidak ada wujudnya.

Hasil penyelidikan polisi, bahwa tidak ada program deposito cash back yang disampaikan tersangka. Uang nasabah tidak dimasukkan ke bank dan tanpa sepengetahuan Bank Mega.

“Ternyata uang nasabah itu, diputar sendiri oleh tersangka untuk membayar bunga nasabah. Sebagian lagi digunakan untuk keperluan pribadinya,” jelasnya.

Hendri menambahkan, sementara baru dua orang yang melapor ke Polres Malang. Namun polisi membuat posko pengaduan ketika ada warga yang memang menjadi korban, untuk bisa melapor.

Sementara itu, tersangka Yanti mengaku menyesal. Namun dia sempat berdalih kalau uang nasabah dimasukkan ke bank. Soal deposito yang ditawarkan ke nasabah, dikatakannya bahwa itu sesuai SOP perbankan, termasuk di Bank Mega.

“Saya juga tidak tahu kenapa kok dilaporkan. Dari delapan nasabah, memang enam lainnya melapor ke Polresta Malang Kota. Total semua uang nasabah itu sebesar Rp 5,7 miliar,” ucap Yanti, wanita berusia 44 tahun ini.(agp)