Sopir Boks Nyambi Edarkan Sabu

BUDAK NARKOTIKA: Kapolsek Kepanjen Kompol Yatmo menginterogasi tersangka Abdul Rohim serta barang bukti narkoba yang diamankan. (AGUNG PRIYO/Newmalangpos)

Barang Dikirim Dari Lapas Medaeng Sidoarjo

NewMalangPos, MALANG-Niatnya mencari tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan dapur rumah. Namun Abdul Rohim, 41, salah jalan. Akibatnya dia harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Kepanjen sejak awal pekan lalu.

Warga Jalan Gadang Gang 6, Kecamatan Sukun ini, diringkus karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. Pria yang bekerja sebagai sopir ini, ditangkap di Jalan Raya Dawuhan, Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen.

“Sewaktu kami amankan tersangka sedang menunggu seseorang untuk transaksi sabu. Barang bukti yang kami amankan tiga poket sabu serta seperangkat alat hisap,” terang Kapolsek Kepanjen Kompol Yatmo.

Menurutnya, penangkapan tersangka bermula dari informasi warga. Masyarakat melaporkan kalau akan ada transaksi di Jalan Raya Dawuhan. Polisi lantas menyelidiki dan meyanggong tersangka.

Begitu tersangka Abdul Rohim tiba di lokasi, petugas yang mendapat petunjuk ciri-cirinya langsung menyergap. Semula tersangka mengelak tuduhan memiliki sabu. Namun setelah digeledah dan ditemukan barang bukti, tersangka baru mengakui.

“Dia kami jerat pasal 114 sub pasal 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara,” tegas mantan Kapolsek Bantur.

Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka mengaku sudah lama kenal dengan dunia narkoba. Sejak enam tahun lalu dia menjadi pengguna narkoba. Alasannya untuk menambah stamina bekerja sebagai sopir.

“Usai memakai sabu itu, badan rasanya tidak ada capeknya. Selalu saja ingin berkegiatan dan tidak ngantuk saat perjalanan jauh,” ucap tersangka Abdul Rohim.

Sementara menjadi pengedar sabu, tersangka mengaku masih belum lama. Baru dua kali dia membeli sabu di temannya yang ada di Lapas Medaeng Sidoarjo. Sepoket sabu seharga Rp 1,2 juta, diecer lagi oleh tersangka.

“Pertama sama membeli Rp 1,2 juta, lalu saya ecer lagi hingga mendapat Rp 5 juta. Setelah itu saya belikan lagi, namun belum habis sudah ditangkap polisi,” tuturnya.(agp)