Pemuda Pakis Dihajar Massa di Bantur, Terpergok Mencuri Motor Pedagang Pasar Wonokerto

NEW MALANG POS, MALANG – Seorang maling motor ketiban apes. Dia tertangkap warga setelah mencuri motor. Tersangkanya Ahmad Nur Yasin, 31. Dia warga Jalan Anggodo, Dusun Lowoksuruh Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis. Yasin tertangkap warga di Bantur. Tepatnya, di depan masjid belakang Pasar Wonokerto, Bantur.

Ceritanya, pemilik motor, Poniran, berjualan di pasar itu , pada 25 Juli. Poniran adalah warga lokal Bantur. Dia warga Dusun Gumukmojo, Desa Wonokerto. Selain berdagang, Poniran dikenal sebagai petani. Saat berjualan, ia memarkir motornya di depan Masjid Nur Muttaqin.

“Saya parkir motor di depan Masjid. Kunci kontak masih tertancap. Karena waktu itu saya hanya menata barang dagangan saja. Tiba-tiba dia (tersangka, red) datang,” ujar Poniran dalam keterangannya kepada penyidik.

Yasin muncul dan langsung menyambar motor Honda Beat nopol N-6479-EEF milik korban. Motor baru bergerak sekitar 50 meter dari lokasi parkir.

Namun warga sudah bergerak mengejar. Setelah Poniran meneriaki maling. Warga lalu memburu Yasin. Si maling motor pun kalang kabut. Dia dihentikan masyarakat yang marah. Yasin pun tertangkap massa yang langsung memukulinya.

Tapi beruntunglah Yasin. Wajahnya masih utuh dan nyawanya terselamatkan. Setelah polisi datang tepat. Yasin tidak sampai menjadi bulan-bulanan yang lebih parah. Bersama barang bukti, dia lalu digelandang ke Mapolsek Bantur.

Dalam pemeriksaan polisi, Yasin mengaku mencuri untuk kebutuhan. “Tetapi kami masih mendalami keterangan tersangka. Apakah sebelumnya ada TKP curanmor lain. Termasuk jaringan lainnya” papar Kanitreskrim Polsek Bantur Aipda Zuhdi Yahya kepada New Malang Pos, kemarin.

Akibat kejadian ini, Yasin harus siap menghuni sel. Dia dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun.

Polisi mengimbau masyarakat selalu waspada. Jangan sampai menaruh sepeda motor di pinggir jalan. Apalagi kunci kontaknya masih menancap.(fin/agp)