Ngaku Polisi, Minta Duit Sejuta, Katanya untuk Hapus Nama Pelaku Narkoba

LESU: Syafii Umam terduduk lesu setelah ditangkap karena mengaku sebagai polisi dan melakukan pemerasan.( IST/NEW MALANG POS)

NewMalangPos– Syafii Umam, 24, warga Desa/Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang berurusan dengan polisi betulan. Ia ditangkap anggota Polres Malang dan Polsek Poncokusumo, Rabu (3/2) malam setelah melakukan pemerasan.

Korbannya, M. Koifin Hamzah, 18, yang tinggal di Desa Wringinanom, Poncokosumo. Pemeriksaan yang dilakukan, pemuda tersebut juga melakukan pemerasan terhadap dua orang lainnya. Modus yang dilakukan, mengaku sebagai polisi.

Melalui chat di jejaring Facebook dengan korban, Syafii mengaku sebagai anggota reskrim Polsek Poncokusumo. Dikatakan dia, bila Koifin terlibat narkoba. Namanya disebut masuk dalam daftar buku besar pelaku narkoba.

“Pelaku ini mengatakan kepada korban, kalau mau selamat harus membayar uang Rp 1 juta untuk menghapus nama di buku besar. Kalau tidak mau, ditangkap dan dikatakan akan habis lebih banyak. Hingga Rp 7 juta,” kata Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Teguh Dermawan, SH.

Koifin pun takut dan mendatangi Mapolsek Poncokusumo. “Korban pun tahu kalau diperas setelah mendapat penjelasan dari petugas polsek,” terangnya. Pelaku lantas dipancing untuk datang mengambil uang Rp 1 juta.

“Ternyata pelaku tetap datang untuk mengambil uang hasil pemerasan kepada korban. Begitu menerima uang, dia langsung kami tangkap,” ungkapnya. Syafii digiring petugas ke Mapolsek Poncokusumo. Polisi juga menyita satu HP Samsung J2 sebagai barang bukti. (mar)