Malang Kota Masih Darurat Curanmor

NEW MALANG POS, MALANG – Malang Kota masih darurat curanmor. Hampir setiap hari, alap-alap motor gentayangan. Catatan New Malang Pos, selama sebulan ada sekitar 10 kasus curanmor. Selain pencurian motor juga mobil.

Dari lima kecamatan di Kota Malang, Lowokwaru angka curanmor paling tinggi. Ada tujuh kejadian di wilayah tersebut. Kemudian Kecamatan Sukun ada dua kasus. Dan Kedungkandang ada satu kasus pencurian mobil.

Melihat masih tingginya angka curanmor, polisi seharusnya ada tindakan lebih tegas. Sehingga membuat pelaku kapok. Masyarakat pun juga tidak lagi cemas.

“Semua kasus curanmor yang terjadi masih kami selidiki. Beberapa saksi sudah kami minta keterangan untuk memburu pelakunya,” ujar Panit I Reskrim Polsekta Lowokwaru Ipda Zainul Arifin.

Kejadian curanmor terbaru di Jalan Candi Badut, Kecamatan Lowokwaru. Peristiwanya masih hangat, terjadi pada Senin (27/7) petang. Korbannya Indra Pratama, 24, warga sekitar.

Motor Honda Scoopy N-2603-BAK miliknya raib. Motor dicuri saat diparkir di depan rumah. Padahal sewaktu diparkir, motor dalam kondisi terkunci ganda.

“Kejadiannya sekitar pukul 17.30. Motor di parkir depan rumah, karena baru saja dipakai keluar membeli makanan,” ucap Indra Pratama kepada New Malang Pos.

Korban baru menyadari motornya hilang, selang beberapa menit kemudian. Saat keluar rumah, melihat motornya sudah tidak ada di lokasi. Sewaktu dilihat dari rekaman CCTV, ternyata ada yang mencuri.

“Pelakunya ada dua orang. Mereka berboncengan sepeda motor Yamaha Vixion. Postur tubuhnya kurus dan memakai masker,” katanya sembari mengatakan bahwa motornya ada alarm, namun saat dicuri tidak berbunyi.

Indra mengatakan, bahwa dia tidak hanya sekali kehilangan motor. Sekitar dua tahun lalu juga pernah kecolongan. Saat itu motor Honda Beat yang dicuri.

“Kasus pencurian itu sudah saya laporkan ke polisi. Semoga saja pelaku secepatnya bisa tertangkap,” tandasnya.(fal/agp)