Mabuk Bareng Tusuk Teman

NewMalangPos, KABUPATEN MALANG – Irawan (27) warga Dusun Dusun Bayanan, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang tengah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polsek Ngantang. Pasalnya Irawan alias Monte menusuk tetangga sendiri yang masih satu desa bernama Joko saat mabuk bersama.

Kasi Humas Polsek Ngantang, Aipda Akh S Rizal membenarkan kejadian penusukan yang terjadi pada Selasa (9/2) lalu. Saat ini pihaknya tengah melakukan pencarian dan pengejaran pada tersangka.

“Untuk kronologi kejadian terjadi pada Selasa (9/2) sore sekitar pukul 15.00 WIB di rumah salah satu tekannya Dusun Kenteng, Desa Ngantru. Saat itu korban pulanh dari kerja giling batu koral,” ujar Rizal kepada New Malang Pos, Jumat (12/2) kemarin.

Lebih lanjut, saat perjalan pulang di korban bertemu temannya bernama Nanang yang lagi meratakan halaman rumah. Kemudian korban tengah ngobrol dengan temannya tersebut. Namun selang beberapa lama datang dua orang pelaku dan temanya dalam kondisi mabuk ikut nimbrung di halaman rumah Nanang.

“Saat itu ada 4 orang termasuk korban. Selanjutnya si pelaku ngajak minum miras dengan cara patungan. Nah si korban merogoh kocek Rp 50 ribu dan membeli miras 1 botol untuk diminum berempat,” paparnya.

Diketahui sebelumnya antara pelaku dan korban tidak saling kenal. Korban mengaku ketemu hanya sekali saat di TKP tersebut. Bahkan selama acara minum tidak terjadi apa apa dan asik bercanda tawa layaknya teman akrab.

“Namun saat minuman belum habis pelaku mengucap kata-kata sambil guyon, pisau dowo karo endek lek digawe penak sing endi yo? (Pisau panjang dan pendek kalau dipakai enak yang mana?). Kemudian di jawa oleh korban yo penak sing dowo paling mas (ya enak yang panjang mungkin mas),” ceritanya.

Lalu dengan jawaban tersebut dengan cepat si pelaku ambil pisau dari balik baju kemudian langsung menusuk korban. Tahu terluka, korban lari namun terus dikejar oleh pelaku dengan mengucap kata mau membunuh korban.

Dalam kejadian tersebut juga banyak warga menyaksikan. Namun tidak berani menghalau karena pelaku membawa sajam. Disampaikan oleh warga juga bahwa pelaku seringkali kemana-mana membawa senjata sajam dengan diselipkan di pinggang.

“Selang beberapa saat setelah korban lari sambil memegangi perut yang terluka. Kemudian ada warga yang menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit Hasta Brata Batu. Hingga saat ini petugas tengah mengejar tersangka,” pungkasnya. (eri/ggs)