Kepala Cabang Dealer Motor Ditahan. Gelapkan Belasan Unit Motor, Alasan Kepepet Butuh Uang

NEW MALANG POS, MALANG-Pagar makan tanaman. Ungkapan ini setidaknya pas untuk Andre Puguh Endra Firdaus, 33. Sudah mendapat jabatan enak, malah melakukan penggelapan di tempat kerjanya.

Imbasnya warga Dusun Tunjungsari, Desa/Kecamatan Bantur ini harus berurusan dengan polisi. Awal pekan lalu, dia ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Tuduhannya menggelapkan belasan unit sepeda motor.

“Ada 13 unit motor yang digelapkan. Semuanya kendaraan baru jenis Honda Vario dan Scoopy,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Dijelaskannya, tersangka Andre Puguh Endra Firdaus adalah Kepala Cabang dealer motor Honda PT Nusantara Suraya Sakti Cabang Malang. Dia menggelapkan belasan unit motor itu secara bertahap. Secara berturut-turut sebanyak tiga kali. Semuanya dijual tanpa sepengetahuan perusahaan tempatnya bekerja.

Baca Juga: Berboncengan Empat Orang, Tabrak Truk Parkir, Tiga Orang Tewas

Pertama tanggal 2 November 2020, tersangka mengambil dua unit motor lalu dijual ke PT Putera Permata Yaspis. “Kemudian tanggal 7 November 2020, mengambil dua unit motor dan digadaikan kepada seseorang bernama Muklis, yang saat ini masih DPO,” tuturnya.

“Sedangkan ketiga pada tanggal 8 November 2020, mengambil sepeda motor,” sambungnya.

Modusnya, tersangka datang ke dealer lalu mengambil kunci yang tersimpan dalam lemari. Kemudian mengeluarkan unit motor tanpa sepengetahuan pihak gudang. Motor diangkut dengan kendaran milik dealer.

“Saat itu tersangka mengambil sembilan sepeda motor berbagai jenis dan kemudian dikirim ke PT Putera Permata Yaspis. Ia menjual motor secara off the road, sehingga selisih Rp 2 juta sampai Rp 3 juta,” bebernya.

Lebih lanjut, seluruh motor yang digelapkan tersebut dijual dengan harga yang beragam. Mulai Rp 15 juta hingga Rp 25 juta. Dari menjual 13 sepeda motor tersebut, tersangka mengantongi uang Rp 213 juta.

Terbongkarnya aksi tersangka ini, setelah pegawai membuka gudang. Saksi mendapati motor di gudang tidak ada. Setelah itu karyawan gudang melaporkan ke pimpinan yang lebih tinggi.

“Dari situlah akhirnya pihak perusahaan melaporkan ke kami. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan menetapkan satu orang tersangka,” tegasnya.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu menambahkan, tersangka mengaku melakukan aksinya lantaran butuh uang untuk membayar denda perusahaan. Denda itu lantaran tersangka tidak memenuhi target.

“Karenanya untuk memenuhi sanksi denda itu, tersangka kemudian menjual sepeda motor tanpa sepengetahuan pihak perusahaan dan menjualnya dengan harga yang tidak sesuai,” bebernya.

Lebih lanjut, mantan Kasatreskrim Polres Malang ini mengatakan bahwa tersangka ditangkap saat berada di sebuah hotel di Kota Malang. “Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara dan atau pasal 374 dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” terangnya.

Sementara itu, pelaku mengaku selama ini bertanggung jawab dalam penjualan off the road. Sehingga ia dikenakan sanksi atau denda sekitar Rp 800 juta. Jumlah sebesar tersebut lantaran pada setiap motornya ia dikenakan denda sekitar Rp 5 juta.

“Itu mulai satu tahun terhitung 2018 hingga 2019. Saya jual off the road sehingga saya harus bertanggung jawab mengurus PPN nya,” papar tersangka Andre.(agp)