Kakak Bunuh Adik Kandung dengan Cangkul Dikirim ke RS Jiwa Lawang

Pelaku pembunuhan di Pasuruan ditangkap (Foto:Istimewa/detikcom)

NewMalangPos-Pelaku pembunuhan di Pasuruan akhirnya dikirim ke RS Jiwa Lawang, Malang. Pelaku, Mustofa, memukul adik kandungnya dengan cangkul hingga tewas. Mustofa pun mengalami luka setelah dihajar massa karena mengamuk saat diamankan usai melakukan aksinya.

Hingga kini, polisi belum bisa meminta keterangan kakak yang membunuh adik kandungnya. Pasalnya, usai menjalani perawatan, ia terus mengamuk.

“(Pelaku) Belum bisa diminta keterangan, terus mengamuk. Tidak kami bawa ke kantor, karena terus mengamuk. Akan langsung kita bawa ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Lawang, Malang untuk tes kejiwaan,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda saat dikonfirmasi, Selasa (26/1).

Baca Juga: Seorang Kakak di Pasuruan Pukul Adik dengan Cangkul hingga Tewas

Langkah membawa pelaku ke RSJ untuk tes kejiwaan berdasarkan riwayat bahwa yang bersangkutan pernah dirawat di rumah sakit jiwa tersebut. Sejumlah keterangan juga menyebut, pelaku mengidap gangguan jiwa.

“Dia pernah dirawat di RSJ Lawang,” imbuhnya.

Mengutip Detik News, hasil tes kejiwaan menentukan proses hukum terhadap pelaku. “Rumah sakit yang menentukan kondisi kejiwaannya,” pungkas dia.

Muhammad Syafiruddin, pria asal Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan tewas mengenaskan. Peristiwa pembunuhan di Pasuruan yang dilakukan kakak kandungnya itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (25/1). Saat itu pelaku memukul dengan cangkul wajah adiknya. Peristiwa itu diketahui setelah ibu dan warga mendengar teriakan korban saat pulang dari sawah.

Setelah korban tewas, pelaku kabur namun dikejar warga. Pelaku ditemukan di Desa Raci, Kecamatan Bangil, yang berjarak 4,7 KM dari TKP. Saat diamankan warga dan polisi di sekitar Poslantas PIER, pelaku mengamuk sehingga sempat dihajar. Korban terluka kemudian dirawat di rumah sakit.

Penangkapan pelaku bikin heboh. Pengguna Jalan Raya Raci berhenti untuk menyaksikan kejadian. Sejumlah warga merekam dengan kamera HP. Salah satu video beredar luas. (fat/fat/Dtk)