Jual Bocah Rp 500 Ribu untuk Short Time, Pasutri di Riau Ditangkap

Ilustrasi prostitusi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)

NewMalangPos-Polisi menangkap sepasang suami istri, TF (25) dan AW (22), yang diduga menjadi muncikari prostitusi online di Kepulauan Meranti, Riau. Mereka diduga menjual anak di bawah umur untuk melayani nafsu pria hidung belang.

Kasus prostitusi ini terungkap berawal dari laporan masyarakat pada Senin (25/1). Polisi mendapat laporan soal adanya dugaan kegiatan prostitusi di salah satu penginapan di daerah tersebut.

“Praktik prostitusi ini melibatkan anak di bawah umur. Dalam kegiatannya, pelaku berkomunikasi pada pelanggannya lewat aplikasi MiChat,” kata Kapolres Meranti, AKBP Wimpiyanto, Rabu (27/1).

Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengamankan pelaku dan korban di hotel Jalan Pembangunan, Selatpanjang. Polisi mengamankan kedua terduga muncikari itu setelah melakukan penyamaran.

“Kita coba intai dari aplikasi online MiChat, lalu kita buat janji ketemu dan melakukan pemesanan jasa prostitusi kepada pelaku. Dari situlah akhirnya mereka kita amankan kemarin malam,” ujarnya.

Baca Juga : Crazy Rich Malang Pemilik Jet Pribadi Siap Disuntik

Mengutip Detik News, TF dan AW diduga memasang tarif Rp 500 ribu untuk sekali kencan atau short time. Saat ini, polisi telah mengamankan pasutri itu dan bocah yang diduga menjadi korban prostitusi anak.

“Pelaku minta uang kepada pelanggannya Rp 500 ribu untuk sekali kencan atau short time. Selanjutnya langsung mengamankan kedua pelaku yang mengantarkan korban,” ucap Kasat Reskrim, AKP Prihadi Saputra.

TF disebut mengaku kalau aksi mereka telah dilakukan sejak 1 tahun terakhir. Sementara, korban merupakan anak putus sekolah.

“Kami amankan uang tunai sebesar Rp 602 ribu yang merupakan uang bayaran untuk korban. Satu smartphone milik pelaku dan smartphone milik korban anak di bawah umur,” kata Prihadi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76F dan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (ras/haf/Dtk)