Durjana! Pria di Kudus Ini Setubuhi Anak Kandungnya yang Masih SD

NMP
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom/Newmalangpos)

NewMalangPosSeorang pria berinisial S (44) di Kudus, Jawa Tengah, ditangkap polisi karena menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Korban diduga disetubuhi pelaku berkali-kali.

“Iya benar (saat ditanya soal laporan dugaan pencabulan bapak kepada anaknya sendiri), tersangka sudah kita amankan,” kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma seperti dikutip dari Detik News, Kamis (14/1).

Aditya mengatakan kasus ini terungkap setelah ada laporan dari istri tersangka kepada polisi. Polisi kemudian langsung menangkap pelaku di rumahnya sendiri pada Rabu (13/1) malam.

“Selanjutnya tersangka dapat diamankan dan dibawa ke Polres Kudus. Dilakukan interogasi awal bahwa tersangka mengakui telah menyetubuhi korban, kemudian dilakukan penahanan terhadap tersangka,” ungkap Aditya.

Aditya mengatakan kasus dugaan pencabulan ini bermula setelah korban bercerita kepada ibunya pada Minggu (3/1). Korban mengaku sudah disetubuhi ayah kandungnya berkali kali.

“Tiba-tiba korban bercerita kepada pelapor bahwa korban sudah disetubuhi oleh ayahnya berulang kali dengan cara mengancam korban. Korban diancam tersangka jika mengatakan kepada ibunya, korban akan dibunuh ayahnya,” ujar dia.

“Setelah pelapor mengetahui kejadian tersebut, pelapor dan korban menemui saksi untuk menceritakan kejadian tersebut. Pelapor tidak terima kejadian tersebut, selanjutnya melaporkan ke Polres Kudus,” sambung Aditya.

Aditya mengaku masih mendalami motif pelaku tega melakukan pencabulan kepada anak sendiri. Kini pelaku telah ditahan dan terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara.

“Pasal yang disangkakan terhadap pelaku pasal 81 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang,” terang dia. (sip/ams/Dtk)