Durhaka! Anak Aniaya dan Curi Motor Ibu

MENYESAL: Qoim Lidinillah bersujud mencium kaki ibunya setelah dia dimaafkan dan kasusnya dicabut.( NMP-IPUNK PURWANTO)

Motor Dijual Untuk Judi Online

NewMalangPos, MALANG-Durhaka! Satu kata ini pas untuk Qoim Lidinillah. Pemuda berusia 24 tahun, bagai Malin Kundang yang berani sama ibunya. Begitu juga warga Jalan Simpang Husada, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen ini.

Qoim berani melawan ibu kandungnya. Tidak sekadar marah dan membentak dengan nada tinggi, dia juga pernah nekat memukuli ibunya. Termasuk mencuri motor ibunya lalu dijual. Semua dilakukan karena Qoim terpengaruh judi online.

Mungkin karena saking jengkelnya sang ibu, Qoim akhirnya dilaporkan ke Polres Malang. Polisi pun langsung menangkap Qoim dengan tuduhan pencurian motor. Bahkan Qoim sempat dijebloskan ke dalam terali besi.

Tetapi namanya sang ibu, kasih sayang kepada anak tidak akan pernah pupus. Sekalipun disakiti, tetapi ibu adalah pemaaf. Senin (8/2) kemarin, laporannya dicabut. Qoim pun dikembalikan kepada orangtuanya setelah ada pernyataan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“QL ini sebelumnya kami jerat dengan pasal 367 KUHP yakni pencurian dalam keluarga. Karena memiliki hubungan darah, ketika kasusnya dicabut maka prosesnya kami hentikan dan yang bersangkutan kami kembalikan pada keluarga,” terang Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

Sebelumnya pada 21 November 2020 lalu, Qoim dilaporkan oleh ibu kandungnya ke Polres Malang. Laporan dibuat karena sang ibu sudah tidak kuat dengan sikap anak kedua dari empat bersaudara ini.

Selain tempramental, Qoim juga sering mengintimidasi ibu serta dua adiknya. Seperti memecah kaca jendela dan perabot rumah. Karena ketakutan, ibu serta dua adiknya tidak berani tinggal di rumah. Mereka memilih mengontrak harian rumah selama tiga hari.

Sementara untuk pencurian motor yang dilakukan Qoim, ketika sang ibu tidak ada di rumah. Qoim mencongkel lemari baju milik ibunya. Kemudian mengambil BPKB dan motornya yang lalu dijual pada orang lain.

“Uang hasil penjualan motor saat itu sudah habis digunakan oleh anaknya ini untuk bermain judi online,” tegas Hendri.

Dari perilakunya yang di luar batas inilah, akhirnya sang ibu melaporkan anak kandungnya ke polisi. Sekalipun sempat diproses hukum, namun akhirnya laporannya dicabut.

“Sebagai seorang ibu sudah memaafkan anak saya. Semoga bisa menjadi pelajaran, sehingga ke depan bisa berubah menjadi anak yang baik, soleh dan berbakti sama orangtua,” ucap sang ibu, sembari menahan air mata ketika Qoim bersujud meminta maaf dengan mencium kakinya.

Sementara Qoim yang terberai air mata, mengaku cukup menyesal. Usai dimaafkan sang ibu dan kasusnya dicabut, dia langsung sujud mencium kaki ibunya.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Ke depan akan menjadi anak yang baik dan berbakti pada orantua,” katanya.(dj6/agp)