Diceraikan Istri, Warga Jabung Bunuh Diri

BUNUH DIRI: Potongan video seorang pria bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah bangunan kosong. Dan petugas Polsek Jabung saat mengidentifikasi jenazah korban.(IST/Newmalangpos)

Video Gantung Diri Sempat Viral di Tumpang

NewMalangPos, MALANG-Jagat maya geger dengan video seorang pria bunuh diri dengan cara gantung diri. Kejadiannya diinfokan terjadi di Kecamatan Tumpang, pada Kamis (4/2) kemarin. Karena dalam video tercantum hastag @infotumpang.

Video berdurasi pendek tersebut, muncul pada story Instagram milik @triobagussnty. Video mulai muncul pada pukul 10.00.

Dalam video itu, terlihat kejadiannya di dalam bangunan rumah atau gudang kosong yang tidak terawat. Video diambil oleh warga melalui sebuah lubang. Karena pada video itu terdengar warga sedang ngobrol.

Sementara posisi korban gantung diri menghadap ke dinding. Lehernya tergantung tali tampar warna gelap. Kepalanya mengadap ke atas.

Lalu ciri-ciri korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun. Memakai sarung warna hijau motif kotak-kotak serta jaket warna abu-abu.

Kapolsek Tumpang AKP Tjatur Irwan Prambudi dikonfirmasi menegaskan bahwa di wilayah Kecamatan Tumpang sama sekali tidak ada kejadian orang bunuh diri. Kemungkinan peristiwa gantung diri tersebut terjadi di wilayah lain.

“Sampai sore ini (kemarin sore, red) sama sekali tidak ada laporan ada orang gantung diri. Anggota sudah saya perintahkan mengecek di masing-masing desa, namun tidak ada peristiwa tersebut,” jelas Tjatur, mantan Kapolsek Gedangan ini.

Namun setelah ditelusuri, akhirnya terjawab. Peristiwa gantung diri tersebut ternyata terjadi di Kecamatan Jabung. Tepatnya di Dusun Precet, Desa Kenongo.

“Benar mas, memang ada kejadian gantung diri. Korbannya sama seperti dalam video,” ujar Kanitreskrim Polsek Jabung Aiptu Tatag Ari M.

Menurutnya peristiwanya terjadi sekitar pukul 08.00. Korban diketahui bernama Sugianto, 45, warga sekitar. Ia ditemukan gantung diri di bekas kamar mandi sekolah dasar yang sudah tidak terpakai.

“Jenazah setelah kami evakuasi langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan tertulis,” jelasnya.

Kronologis penemuannya, bermula dari saksi Pribadi yang hendak menebang bambu di belakang sekolah. Ia melintas kamar mandi sekolah. Saat itulah saksi melihat korban sudah tewas tergantung.

Saksi kemudian memberitahu warga sekitar. Kemudian melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Jabung. Polisi datang untuk olah TKP dan evakuasi tubuh korban. Hasilnya tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

Lantas untuk motif korban bunuh diri, karena depresi. Setelah dia diceraikan oleh istrinya. Selama ini korban juga tinggal berpindah tempat dengan menumpang ke rumah saudaranya.

“Menurut keterangan keluarga bahwa korban ini memiliki kepribadian yang tertutup dan pendiam. Dia sama sekali tidak mau mengutarakan masalahnya pada keluarga,” paparnya.(agp)