Anak di Bawah Umur Diajak Threesome

DITANGKAP: Tersangka pasangan mesum dengan melibatkan anak usia dini diperiksa penyidik Satreskrim Polres Batu.

Dicekoki Miras, Dijanjikan Uang Rp 500 Ribu

NewMalangPos, MALANG-Polres Batu mengamankan pasangan threesome. Dari penangkapan tersebut, dua dinyatakan sebagai tersangka dan satu orang lagi sebagai korban karena usia masih dibawa umur.

Tersangka berinisial N, 35, laki-laki asal Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dan KS, 36, wanita asal Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Sedangkan korban berinisial NY, 15, warga Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.

Kasatreskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus mengatakan, pihaknya berhasil membongkar peristiwa tersebut setelah adanya laporan dari orangtua NY pada 8 Januari lalu ke Polres Batu.

“Terungkapnya kasus persetubuhan anak di bawah umur ini setelah ada laporan dari orangtua NY. Kemudian dari laporan tersebut kami lakukan penyidikan terhadap saksi NY di UPPA,” ujar Jeifson kepada New Malang Pos, Jumat (22/1) kemarin.

Dari hasil penyelidikan, didapat dua pelaku berinisial N dan KS. Setelah menggali informasi dari saksi dan pelaku, kronologis awal terjadinya kasus persetubuhan ketika N mencari pasangan untuk bersetubuh.

“Saat N mencari pasangan yang biasanya di ajak berhubungan intim tidak ada di Pasar Karangploso. Akhirnya N bertemu dengan KS yang saat itu bersama dengan NY,” bebernya. Diketahui NY merupakan teman dari anak Ks.

Dari pertemuan yang tidak disengaja tersebut, akhirnya terjadi komunikasi. Dalam komunikasi tersebut, kemudian N mengajak kedua wanita tersebut untuk menenggak minuman keras tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Lokasinya adalah Vila Bunga di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 Desember 2020,” papar Jeifson.

Setelah asik menenggak minuman keras (Miras), N mengajak KS untuk bersetubuh. KS saat itu juga terlibat membantu NY agar terangsang.

Agar mau berhubungan intim, N menjanjikan akan memberi uang NY sebesar Rp 500 ribu. Namun pelaku tak menepati janji tersebut.

“Dari kasus tersebut, N dan KS dinyatakan sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara dari 5 sampai 15 tahun,” tegasnya.(eri/agp)