“Aku Wes Ora Kuat”

Keluarga Tuntut Thoyib Cs Dihukum Berat

NewMalangPos, MALANG-‘Aku wes ora kuat (Saya sudah tidak kuat, red)’. Kalimat itulah yang terakhir terucap dari Irwan Ashari, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Irwan adalah salah satu korban tewas dalam kejadian carok di Dusun Sumbergentong, Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Jumat (29/1) kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Suwardi. Dia adalah menantu Mujiono, mantan Kepala Dusun Sumbergentong yang tewas bersama anaknya Irwan Ashari. Kalimat itu disampaikan, ketika Suwardi tiba di lokasi kejadian.

“Dia (Irwan, red) sempat bicara sudah tidak kuat lagi. Setelah itu meninggal dunia,” ucap Suwardi menirukan kata-kata adik iparnya.

Pagi itu, kata Suwardi dirinya sedang bekerja. Kemudian diberitahu kalau mertua serta adik iparnya terlibat carok. Selanjutnya Suwardi bergegas pergi ke TKP untuk melihat situasi.

Setiba di lokasi, dia melihat adik iparnya sudah terkapar. Kondisinya bersimbah darah. Banyak penuh luka di tubuhnya, terutama kepala. Selain luka akibat hantaman batu, juga sabetan senjata tajam.

Sedangkan mertuanya, Mujiono posisinya tertelungkup. Kondisinya juga bersimbah darah penuh luka di kepala. Bahkan tangan kanan Mujiono saat itu hampir putus.

“Kalau bapak tidak bilang apa-apa. Hanya sebelum kejadian, mengatakan mau bersih-bersih di kebun tebu. Juga menyampaikan kalau kambing betina ada dua ekor, harus tetap disyukuri,” jelasnya.

Dilanjutkannya, tak lama setelah dirinya datang, warga langsung banyak berdatangan. Untuk menolong Mujiono, menunggu mobil ambulance datang. Termasuk juga menunggu polisi datang ke lokasi setelah dihubungi warga.

Atas kejadian ini, Suwardi menegaskan, bahwa keluarga menuntut keadilan. Keluarga meminta polisi mengusut kasus ini. Termasuk menghukum Kepala Dusun (Kasun) Thoyib Cs, karena telah melakukan pengeroyokan terhadap bapak-anak. “Kami mengecam perbuatan mereka. Kami minta polisi menghukum mereka sesuai prosedur,” bebernya.

Sementara itu, pantauan New Malang Pos, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban Mujiono dan Irwan Ashari. Hingga Sabtu (30/1) masih terlihat banyak warga yang bertakziah.

Sulastri, istri Mujiono masih belum bisa diajak bicara. Beberapa kali dia terlihat histeris. Bahkan beberapa kali juga Sulastri pingsan. Ia sangat terpukul karena kehilangan suami dan anaknya. (dj7/agp)