Tumbuhkan Semangat Literasi Warga KBP

KOMPAK: Ketua Tim Pengabdian Mahasiswa UM, Diah Ayu Meiliniasari (tiga dari kiri) bersama rekan-rekannya dan Ki Demang pengelola Kampung Budaya Polowijen

Pengabdian Mahasiswa Prodi Perpustakaan Universitas Negeri Malang

MALANG, NewMalangPos – Polowijen dikenal sebagai salah satu kelurahan di Kota Malang yang punya potensi seni dan budaya. Disana ada kampung Budaya Polowijen (KBP).

Sudah terkenal di wilayah Malang Raya. Bahkan di luar Malang. Biasanya di event-event kesenian, selalu dikunjungi banyak wisatawan.

Salah satunya pada Bulan Muharram (Suro) seperti saat ini. Ada kegiatan sekaran, pentas topeng dan lain-lain. Hanya saja untuk dua tahun terakhir ini tidak begitu meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Itu tidak lain karena pandemi covid-19.

Di tengah hebatnya potensi seni budaya di KBP, ternyata tidak diimbangi dengan semangat generasi muda yang ada di sekitarnya. Tidak banyak yang mengerti tentang seni dan budaya tradisional bangsa. Padahal ini aset yang begitu berharga. Sangat disayangkan kalau tidak dilestarikan karena faktor kecintaan dan wawasan generasi mudanya.

Baca Juga :  Kajian Ramadan UMM Misi Pencerahan Kemanusiaan

Hal ini menjadi perhatian besar empat mahasiswa Program Studi Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM). Mereka melaksanakan tugas Pengabdian Masyarakat di KBP. Melihat satu masalah tersebut, maka tim mahasiswa ini membuat sebuah terobosan. Mereka adalah Yakni Diah Ayu Meiliniasari, Alina Ni’mah, Mar’atus Sholeha dan Satria Fikri Hidayatullah.

Salah satu program kerjanya adalah literasi budaya. Tujuannya untuk menambah wawasan dan pengetahuan warga tentang budaya Nusantara. Caranya dengan membuat pameran berupa poster dan banner, yang isinya tentang seni budaya.

Produk poster dan banner itu dipajang di sepanjang gang menuju KBP. Warga atau pengunjung yang melalui jalan tersebut secara otomatis akan melihat dan membacanya. “Dengan begitu maka ada pengetahuan baru yang mereka dapatkan,” ucap Ketua Tim Pengabdian Mahasiswa, Diah Ayu Meiliniasari kepada New Malang Pos.

Beberapa poster yang sudah dipajang diantaranya tentang kuliner Indonesia. Berisi edukasi cara memasak, asal masakan dan sebagainya. Juga ada poster wayang. Lengkap dengan nama dan sejarah wayang yang ditampilkan. “Edukasi berupa poster ini sebelumnya sudah ada, hanya tidak berkembang. Sehingga kami perlu hidupkan lagi demi peningkatan literasinya,” ujarnya.

Baca Juga :  SMAN 1 Sumberpucung, Juara Kompetisi Sains, Punya Beatboxer Go Internasional

Diah mengungkapkan, program Literasi Budaya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Terutama bagi KBP sendiri. Hanya saja, kata dia, PPKM menjadi kendala besar bagi timnya untuk berekspresi dan bereksplorasi.

Literasi Budaya yang sebenarnya direncanakan dengan beragam agenda, sementara ini hanya berkonsep pameran. “Padahal kami sudah mengagendakan ada kolaborasi seni dengan melibatkan tim karawitan dan seni tari di KBP. Ada edukasi budaya melalui film juga. Itu semua tidak bisa terlaksana karena dampak PPKM yang terus diperpanjang,” terangnya.

Satria Fikri Hidayatullah sebagai salah satu anggota tim menjelaskan akan pentingnya program literasi budaya untuk warga. Tujuannya agar budaya lokal yang ada di KBP dapat lestari dan bisa diteruskan oleh generasi selanjutnya.

Baca Juga :  135 Sekolah Setuju Belajar Tatap Muka

Sementara itu tidak banyak kalangan muda yang tertarik atau peduli pada kekayaan daerah ini. “Padahal KBP merupakan satu kekayaan besar yang dimiliki Polowijen. Maka sayang kalau tidak punya penerus yang akan melestarikan,” katanya.

Pengabdian mahasiswa UM ini dimulai sejak Juni sampai Oktober 2021 dengan 16 kali pertemuan. Ada empat program kerja yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa. Yakni preservasi dan konservasi koleksi budaya, literasi budaya, media sosial untuk promosi dan penggunaan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) untuk layanan digital perpustakaan KBP. “Perpustakaan KBP belum punya data base. Dengan adanya SLIMS tujuannya mempermudah pelayanan. Masyarakat luas juga akan mengetahui koleksi yang dimiliki perpustakaan KBP melalui website,” terangnya. (adv/imm)

Pilihan Pembaca