Tujuh Desa Wisata Batu Adu Pesona

Mayoritas warga Desa Sidomulyo Kota Batu bertani bunga hias sehingga disulap menjadi Mall Bunga Sidomulyo. (MP/MUHAMMAD FIRMAN)

Dijagokan di ADWI 2021

MALANG, NewMalangPos – Desa wisata di Kota Batu tetap bertahan di tengah pengetatan mobilitas warga dan pandemi. Buktinya tujuh desa/kelurahan wisata diikutkan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Event ini diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif /Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan wilayah yang diikutkan dalam ADWI 2021 yakni Desa Sidomulyo dengan mall bunga hias. Selain itu Kelurahan Dadaprejo berupa pertanian dan edukasi anggrek, Desa Bumiaji destinasi pertanian organik, Desa Tulungrejo dengan destinasi wisata Coban Talun.

Selanjutnya Desa Oro-oro Ombo berupa Areal Model Konservasi Edukasi (AMKE) dan edukasi tanaman boga, Desa Pandanrejo dengan petik stroberi, rafting, Coban Lanang dan taman dolan. Serta Desa Sumbergondo wisata camping ground Glagah Wangi, produk UMKM, dan juga edukasi pengolahan sampah insenerator udara dan komposter anaerob.

Baca Juga :  Tertipu Massal Investasi Bodong

“Untuk tahun ini tujuh desa/kelurahan tersebut kami ikutkan dan jadi perwakilan Desa Wisata dari Kota Batu dalam ADWI 2021. Pilihan desa wisata itu karena telah memiliki beragam potensi wisata unik untuk bersaing dengan ribuan desa wisata di seluruh Indonesia,” jelas Arief kepada New Malang Pos, Senin (26/7) kemarin. 

Dengan potensi tersebut, pihaknya yakin bisa mewarnai ADWI 2021. Pasalnya selain potensi, kelembagaan hingga paket wisata telah terbentuk dan mampu terjual bagi wisatawan.

“Terpenting lagi, dari potensi yang ada mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa dan meningkatkan kunjungan wisata. Sehingga konsep desa wisata telah mampu diimplementasikan,” beber mantan Kepala DLH Kota Batu ini.

Baca Juga :  Wajah Nusantara Hadir di Pesmaba UMM

Nantinya tujuh desa/kelurahan yang ikut dalam ADWI 2021 akan dinilai sesuai tujuh kategori. Yakni penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), Desa Digital, Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay dan Toilet.

Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 75.000 desa dan sekitar 1.200 di antaranya berpotensi menjadi desa wisata. Berdasarkan data ini pemerintah menargetkan akan ada 500 atau lebih desa wisata yang turut berpartisipasi dalam ADWI 2021.

“Selain itu, melalui ADWI 2021 juga sejalan dengan target besar Kemenparekraf/Baparekraf yang tertera pada RPJMN 2020-2024, mengenai target 244 desa wisata maju, mandiri, dan tersertifikasi desa wisata berkelanjutan pada 2024,” bebernya dalam siaran pers.

Baca Juga :  Tak Hanya Diskumdag, KPK juga Geledah BKD

Untuk diketahui, Kota Batu masih ada satu desa wisata berstatus maju, yakni Desa Pandanrejo.

Nantinya  desa wisata yang lolos verifikasi akan dilakukan visitasi atau verifikasi oleh Menparekraf dan perwakilan dewan juri untuk kategori 50 besar desa wisata terbaik. Masing-masing dari 50 desa wisata ini akan mempresentasikan keunggulan masing-masing sesuai kategori penilaian.

Malam puncak ADWI rencananya akan digelar pada 7 Desember 2021. Bakal diumumkan empat  Desa Wisata Terbaik dan satu Desa Wisata Terfavorit. Total hadiahnya mencapai miliaran rupiah. (eri/van)

Pilihan Pembaca