TP3 6 Laskar FPI Surati Jokowi Lagi

6
new malang pos
Amien Rais

NewMalangPos -Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) penembakan 6 laskar FPI yang dibentuk Amien Rais dkk mengaku menerima surat balasan dari Kemenko Polhukam terkait permintaan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam surat balasan itu, TP3 diminta Kemenko Polhukam mendatangi Bareskrim Polri untuk mendiskusikan kematian 6 laskar FPI.

Hal itu disampaikan Amien Rais dkk saat konferensi pers melalui daring, Sabtu (6/3). Tim TP3 mengatakan pihaknya bersurat ke Presiden Jokowi pada 4 Februari 2021, namun mendapat balasan dari pemerintah pada 25 Februari 2021. Surat itu dibalas oleh Kemenko Polhukam.

“Kami sesungguhnya dari TP3 6 laskar FPI sudah melakukan upaya yang semula kami-kami ini menyangka juga, jadi kami membuat surat yang sangat santun, sangat sopan, sangat etis kepada Presiden RI Jokowi, pada 4 Februari tahun 2021,” kata Amien Rais, seperti dilansir Detik News, Sabtu (6/3).

“Di situ sesungguhnya kami akan beri masukan tentang temuan-temuan kami, kemudian bahkan kami sudah mengupayakan semacam usulan kalau kita bisa bertemu, itu sebuah jalan tengah win-win solution, jadi kami yakin Presiden Jokowi sebetulnya terbuka dan menerima kami, tapi ternyata setelah sekian puluh hari baru ada balasan bukan dari Istana, tetapi dari Kemenko Polhukam RI,” tambahnya.

Amien mengatakan surat itu juga bukan dari Menko Polhukam Mahfud Md, melainkan Sekretaris Kementerian. Amien menjelaskan pada intinya surat itu berisikan meminta TP3 mempercayakan penanganan kasus Tol KM 50 ini ke pemerintah.

“Jadi di situ bahkan bukan Saudara Mahfud, tetapi sekretaris kementeriannya yang mengatakan Komnas sudah mempercayakan penyidikan investigasi atas kasus 6 laskar FPI yang tewas di KM 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek, jadi pokoknya sudahlah percayakan ke kami, nanti selesai semuanya,” papar Amien.

Namun, Amien mengatakan pihaknya tidak menerima itu. Sehingga dia mengatakan TP3 berencana membalas surat itu tetapi tidak ditujukan ke Menko Polhukam Mahfud Md melainkan ke Presiden Jokowi langsung.

“Kemudian tentu kita tidak mungkin lantas diam saja, sehingga kami membalas surat dari Kemenko Polhukam itu, bukan kepada Mahfud, tapi kembali kepada Presiden RI,” katanya.

Dalam konferensi pers ini, tim TP3 juga membacakan surat balasan yang akan dikirim ke Presiden Jokowi. Isi surat dibaca oleh Sekretaris TP3, Marwan Batubara.

“Surat ditujukan ke Presiden Republik Indonesia, dari Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan atau TP3 6 Laskar FPI dengan nomor 05/A/TP3/II/2021 tertanggal 4 Maret 2021, yang kemarin sudah kami masukan ke dalam kop surat di Sekneg khusus untuk Presiden Jokowi,” kata Marwan.

Marwan menjelaskan surat itu berisikan sikap TP3 yang menyayangkan sikap Presiden Jokowi atas kematian 6 laskar FPI itu. Surat ini ditujukan ke Jokowi dan ditembuskan ke Mahfud Md dan Mensesneg Pratikno.

“Dengan hormat, kami ucapkan kepada Presiden RI yang telah menanggapi surat permohonan audiensi dari TP3 6 laskar FPI tertanggal 4 Februari 2021, melalui surat Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan tertanggal 25 Februari 2021,” katanya.

“Dengan tanggapan tersebut kami meyakini, bahwa Presiden RI telah menunjukkan sikap yang tak berkenan, dan tidak mampu, atau unwilling, and unable, untuk menuntaskan kasus pembunuhan tersebut yang menurut pengamatan dan keyakinan kami merupakan pelanggaran HAM berat. Kami tetap akan melakukan perjuangan untuk memperoleh keadilan bagi korban sesuai dengan Pancasila dan undang-undang yang berlaku. Atas nama tim TP3, tertanda M Amien Rais, Abdullah Hehamahua,” jelasnya.
(zap/jbr/dtk/nmp)