Tolak Bala, Keranda Jenazah di Pasuruan Digotong Ibu-ibu

Ibu-ibu di Pasuruan menggotong keranda jenazah ke pemakaman/Foto: Tangkapan Layar/detikcom

Pasuruan, NewMalangPos – Ibu-ibu di Desa Klangrong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan melakukan aksi yang tak biasa dengan menggotong keranda jenazah ke pemakaman. Aksi tersebut dipercaya dilakukan sebagai upaya untuk mengusir wabah penyakit.

Sebab, seperti diketahui saat ini wabah COVID-19 tengah melanda. Banyak masyarakat yang terpapar hingga meninggal dunia.

“Itu dilakukan katanya untuk tolak bala. Ada anggapan kalau keranda dibawa perempuan, pagebluk (wabah) berhenti,” kata Kepala Desa Klangrong, Rosidi, mengutip Detik News, Sabtu (31/7).

“Sebagai syarat saja (berharap wabah berakhir),” terangnya.

Baca Juga :  Menparekraf Sebut Banyuwangi Etalase Ekonomi Kreatif Terbaik di Indonesia

Menurut Rosidi, angka kematian di desanya pada Bulan Juli tinggi dibanding bulan sebelumnya. Seminggu ada 3 sampai 4 warga meninggal.

“Rata-rata sakit, sudah tua. Meninggal di rumah, nggak prokes (COVID-19),” tambah Rosidi.

Rosidi mengatakan, keranda jenazah perempuan itu digotong ibu-ibu mulai rumah duka hingga pemakaman, pada Rabu (28/7). Setelah sampai di pemakaman, penguburan dilakukan beberapa pria seperti biasa.

Aksi ibu-ibu menggotong keranda itu direkam warga dan diunggah ke media sosial. Unggahan itu kemudian viral.

Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar, terlihat 7 ibu-ibu menggotong keranda jenazah di jalan desa. Seorang pria tampak memayungi keranda. Sementara sejumlah pria lain berjalan di belakang keranda.

Baca Juga :  Viral Baliho Ucapan Ulang Tahun Lengkap dengan Foto Gadis

(sun/sun/dtk/mg1/ggs/nmp)

artikel Pilihan