TK Islam Sabilillah Malang, Gelar Assembly, Siswa Makin Kreatif Dan Percaya Diri

10
KREATIF: Siswa-siswi TK Islam Sabilillah Malang mendapatkan apresiasi dari guru, mereka menunjukkan karya yang dibuat untuk selanjutnya dipresentasikan secara virtual

NewMalangPos, MALANG – Masih kecil sudah bisa presentasi. Itulah siswa TK Islam Sabilillah Malang. Berani dan penuh percaya diri. Pekan lalu, TK Islam Sabilillah menggelar kegiatan assembly. Sebuah kegiatan belajar yang memberikan kesempatan siswa berkreasi secara mandiri.  

Di kegiatan ini siswa mempresentasikan karya yang mereka buat. Dan hebatnya mereka presentasi secara virtual menggunakan kanal zoom. Bahkan di presentasinya ada yang memakai screen. Dengan menampilkan slide seperti layaknya para pakar yang mempresentasikan hasil risetnya.

Durasi waktunya memang tidak panjang. Sekitar tiga sampai lima menit saja. Setiap anak diberikan kesempatan untuk tampil presentasi. Meski singkat, tapi cukup menjadi bukti bahwa anak-anak TK Islam Sabilillah adalah siswa yang kreatif, kritis dan komunikatif.

Kepala TK Islam Sabilillah, Nurul Chotimah, S.Pd.I mengatakan program assembly merupakan sebuah pola pembelajaran yang memacu anak didik agar makin kreatif. Dikembangkan oleh bidang kurikulum dan dilaksanakan delapan kali dalam setahun. “Karena pembelajaran saat ini dilaksanakan secara daring maka assembly hanya dilaksanakan empat kali saja,” katanya. 

Assembly merupakan sebuah pentas pembelajaran. Dilaksanakan dengan tiga pertemuan. Pertemuan pertama merencanakan. Di pertemuan ini guru menawarkan pada siswa centra yang akan dipilih. Pada akhirnya akan menghasilkan kesepakatan dan merencanakan apa yang akan dituntaskan siswa.

Pertemuan kedua, Do atau melakukan. Persiapan yang dibahas di pertemuan pertama masuk pada tahap aplikasi. Siswa melakukan apa yang sudah direncanakan untuk sebuah tugas atau gagasan yang dibuat. 

Pertemuan ketiga adalah presenting. Tahap ini waktunya siswa menjelaskan dan memaparkan karya yang sudah dibuat sesuai dengan sentranya. Pada tahap ini orang tua diimbau untuk juga hadir di kelas. Untuk mendampingi ananda dan memberikan masukan pada yang siswa lainnya. “Demikian juga guru di sesi presenting ini juga memberikan masukan berupa ide untuk hasil yang lebih baik, sehingga terjadi umpan balik yang bagus untuk perkembangan anak-anak,” terang Uyun, sapaan akrabnya.

Secara teknis assembly merupakan model pembelajaran yang tidak sama seperti pada umumnya. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan lima sentra. Yaitu sentra persiapan, sentra seni dan kreativitas, sentra bahan alam dan sains, sentra bermain peran dan memasak serta sentra musik dan olah tubuh.“Guru yang bertugas memilih kelompoknya sesuai dengan kondisi dan kemampuan siswa di sentra tertentu,” ujar Uyun.

Berbeda dengan Project Based Learning (PjBL), program assembly dilaksanakan lebih sederhana. Sementara PjBL lebih konkret dengan langkah-langkah yang tegas dan terencana secara matang. “(PJBL) ada sintaknya. Tahapannya rinci mulai dari presenting, analyzing, planning, executing, dan reporting. Sementara assembly hanya plan, do dan presenting,” paparnya.

Assembly maupun PjBL adalah konsep yang mendukung pada pembelajaran abad-21. Siswa diberikan kesempatan untuk berekspresi. Dengan belajar menganalisis dan mengkritisi hal-hal yang ada di sekitarnya. Membuat sebuah produk dan mampu memecahkan masalah.

Dengan konsep belajar yang demikian itu, guru telah mengasah kemampuan motorik siswa. Dan di assembly juga membangun sistem berpikir yang sistematis, melatih siswa mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. “Karena di beberapa sentra membutuhkan kerjasama, maka tumbuh nilai kolaborasinya. Dan kerjasama itu akan bagus dengan komunikasi yang bagus. Kemampuan komunikasi juga diperkuat siswa saat menyampaikan laporannya atau presentasi,”  jelas Uyun.

Uyun menerangkan, kegiatan assembly dilaksanakan dengan beberapa tujuan. Antara lain untuk menunjukkan hasil yang sudah dicapai siswa kepada orang tua. Terutama di lima sentra tersebut.  Selanjutnya guru juga mengembangkan hasil pembelajaran dengan memaksimalkan potensi anak didik sesuai dengan pencapaian di sentra. “Ini juga sebagai ajang publikasi kami kepada masyarakat. Bahwa meskipun masa pandemi dan pembelajaran secara virtual, TK Islam Sabilillah tetap mempertahankan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Untuk diketahui, TK Islam Sabilillah Malang hingga kini masih membuka kesempatan untuk pendaftaran peserta didik baru. Informasi pendaftaran dapat diakses di www.sekolahsabillillah.sch.id. Atau langsung ke alamat TKIS Jalan Ahmad Yani Nomor 15 Blimbing.  (imm/adv)