Tip Jitu Bedakan Daging Anjing dan Daging Sapi

5 Cara Membedakan Daging Anjing dan Daging Sapi Supaya Tak Tertipu. (Foto: iStock/detikcom)

Jakarta, NewMalangPos – Banyaknya penjual yang menggunakan daging babi dan anjing sebagai masakan tentunya membuat masyarakat merasa was-was.

Selain daging babi, daging anjing juga dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesia. Beberapa daerah bahkan sampai memiliki istilahnya sendiri untuk menyebut daging anjing.

Di Manado dan Minahasa, daging anjing dikenal sebagai daging rw (baca: erwe) atau yang dalam bahasa Manado berarti bulu halus. Sedangkan di suku Batak dikenal dengan biang. Lalu di pulau Jawa ada olahan daging anjing yang dikenal dengan nama sate jamu serta sengsu atau ‘tongseng asu’.

Daging anjing sebenarnya juga tidak terlalu sulit untuk ditemukan di pasar-pasar daging yang ada di Indonesia. Bahkan daging anjing pernah diisukan menjadi bahan pencampur daging sapi yang dijual sebagai daging oplosan. Bagi umat Muslim di Indonesia tentunya daging anjing diharamkan untuk dikonsumsi dan perlu dihindari.

Baru-baru ini sebuah video yang menujukkan praktik penjualan daging anjing di Pasar Senen juga tengah viral di media sosial. Hasil penelusuran yang dilakukan oleh Animal Defender Indonesia akhirnya membuat Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta turun tangan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut dan langsung mengatasi aduan tersebut, dilansir dari detikcom, Sabtu (11/9).

Baca Juga :  Dwi Susiati Relawan SAR Juga Pendiri Charity Circle

Berikut ini 5 perbedaan daging sapi dan daging anjing yang perlu dicermati:

1. Perbedaan Warna

Daging sapi memiliki warna kemerahan, cenderung merah muda dan warnanya mudah hilang jika digosok permukaannya. Daging sapi yang segar akan menunjukkan warna merah muda dengan serat-serat daging yang terlihat jelas dengan lapisan lemak berwarna putih mulus dan tidak kebiruan.

Daging sapi jika disandingkan dengan daging anjing warnanya akan terlihat lebih pucat. Hal ini disebabkan oleh warna daging anjing yang cenderung lebih pekat warna merahnya.

Berbeda dengan daging sapi yang biasanya dijual segar dengan lapisan lemak dan tanpa lapisan kulit, pada daging anjing biasanya kulitnya akan masih menempel. Kulit berwarna kecokelatan serta minim lemak menjadi pembeda yang bisa terlihat jelas antara daging anjing dengan daging sapi.

2. Ciri Tekstur

Daging sapi memiliki tekstur yang kenyal tetapi cenderung empuk. Saat mentah, daging sapi segar yang disentuh atau ditekan akan cepat kembali pada bentuknya yang semula.

Walaupun punya tekstur yang kenyal, tetapi daging sapi akan lebih mudah empuk saat dimasak. Sedangkan untuk tekstur daging anjing berbeda dengan ciri-ciri tekstur yang dimiliki daging sapi yang sudah disebutkan.

Daging anjing memiliki tekstur yang lebih kenyal dan keras. Daging anjing juga cenderung lebih berotot karena pada saat hidup anjing cenderung lebih aktif dan banyak bergerak dibandingkan dengan sapi. Setelah dimasak sekalipun daging anjing akan tetap kenyal cenderung alot sehingga waktu pemasakannya akan cukup lama.

Baca Juga :  5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan

3. Aroma

Daging sapi yang masih segar memiliki ciri khas aroma yang tidak terlalu bau amis dan aromanya tidak menyengat. Bau amis pada daging sapi hilang bersamaan dengan mengalirnya seluruh darah pada tubuh sapi pada saat penyembelihan sehingga tidak ada darah yang tersimpan pada daging sapi dan membuatnya memiliki bau amis.

Aroma pada daging sapi saat dimasak juga sangat mudah hilang setelah diberi sedikit bumbu atau rempah. Namun ciri khas aroma sebaliknya dimiliki oleh daging anjing.

Pada daging anjing yang segar sekalipun baunya akan sangat amis dan cukup tajam. Berbeda dengan daging sapi yang tak memerlukan banyak bumbu untuk mengatasi baunya, untuk memasak daging anjing dan menghilangkan baunya yang tajam dibutuhkan sangat banyak bumbu seperti serai, jahe, bawang merah hingga beberapa rempah lainnya untuk mengatasi baunya yang sangat tajam.

4. Harga

Jika dibandingkan antara daging sapi dan daging anjing berdasarkan harganya, per kilo daging sapi tentunya akan lebih mahal dibandingkan dengan daging anjing. Daging anjing bahkan mungkin saja dijual dengan harga hingga hampir separuh dari harga daging sapi.

Baca Juga :  Shin Hyun-bin Jadi Lawan Main Song Joong-ki di Drama 'Chaebol Family’s Youngest Son'

Untuk satu kilogram daging sapi biasanya dibanderol dengan harga mulai dari Rp120 ribu. Harga tersebut juga sangat fluktuatif dan juga ditentukan berdasarkan bagian-bagian tubuh sapi yang diambil dagingnya.

Sedangkan untuk daging anjing biasanya dijual dengan harga mulai dari Rp 60 ribu per kilogram. Berbeda dengan daging sapi yang biasanya sudah dipisahkan antara daging dan tulangnya, daging anjing lebih banyak dijual dalam bentuk yang masih melekat dengan tulang-tulangnya.

5. Rasa

Daging sapi memiliki rasa gurih yang cenderung lembut. Rasa gurih yang hadir pada daging sapi secara alami tidak begitu tajam dan akan sangat mudah menyerap bumbu-bumbu yang diberikan pada saat proses memasak.

Jika dibandingkan dengan daging anjing, rasa gurih pada daging sapi jauh lebih lembut. Bagi mereka yang pernah mengonsumsi daging anjing, banyak yang mengatakan bahwa daging anjing punya rasa gurih yang lebih kuat.

Daging anjing memang memiliki rasa gurih yang sangat kuat dan kental secara alami. Terlebih saat dimasak, daging anjing akan banyak sekali ditambahkan bumbu dan rempah sehingga rasanya akan semakin kuat dari penggunaan bumbu dan rempah yang ditambahkan. (dfl/adr/dtk/mg8/mg9/bua/nmp)

Pilihan Pembaca