Tinjau Safe House, Wabup Ajak Pekerja Migran Buka Bersama

5
Wakil Bupati Malang Drs H Didik Gatot Subroto meninjau kondisi Save House yang menjadi tempat karangtina para PMI yang baru datang.(Wabup Malang for NMP)

MALANG – Kedatangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kabupaten Malang mendapat respon langsung dari pemerintah daerah. Bahkan, Minggu (2/5) sore, Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto langsung meninjau para PMI yang datang di Rusunawa ASN di Kepanjen. Orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Malang ini juga mengajak pahlawan devisa negara ini buka bersama.

“Tadi saya sudah merencanakan untuk buka bersama dengan 25 PMI yang datang siang. Tapi pas saya sampai, ada 49 PMI juga datang di safe house,” kata Didik.

Dia mengatakan saat ini PMI Kabupaten Malang yang dikarantina ada 74. 72 orang di antaranya berada di Safe House Rusunawa, dua lainnya di hotel dengan biaya mandiri.

Karantina merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para PMI setelah mereka menginjakkan kaki di Indonesia. “Sesuai SOP mereka turun dari pesawat langsung karantina di Asrama Haji Sukolilo selama tiga hari. Dilanjutkan tiga hari karantina di daerah masing-masing. Mereka baru boleh pulang ke rumah asalnya setelah melakukan PCR dengan hasil negatif,” tambah Didik.

PCR sendiri disebutkan Didik difasilitasi pemerintah daerah. Rencananya mereka (PMI) akan melakukan PCR Senin (3/5) besok. Hasil PCR akan diketahui sekitar satu hari kemudian.

“Kalau hasilnya negatif, para PMI ini bisa pulang Rabu (5/5) mendatang,” tambahnya.

Sementara saat menjalani karantina, para PMI ini mendapatkan makan dua kali sehari. Yakni saat buka puasa dan saat sahur. “Keluarga boleh menjenguk. Tapi tetap harus patuh prokes ya,” tandasnya. (ira/ley)