Tiga Pemain Absen

MALANG, NewMalangPos – Tim senior Arema FC tampak tidak seramai biasanya saat latihan rutin di Stadion Kanjuruhan, Rabu (23/6) sore. Sekalipun dua pemain asing barunya Renshi Yamaguchi dan Adilson ‘Maringa’ sudah ikut latihan, kondisi sepi karena tiga pemain tim senior absen, kemarin.

Mereka adalah bek kiri senior Alfarizi, bek tengah Ikhfanul Alam, dan bek kanan naturalisasi Diego Michiels. Ketiganya memiliki keluhan yang berbeda. “Alam dan Diego cedera ringan, kalau John (Alfarizi) lagi demam,” kata Media Officer Arema FC Sudarmaji ketika dikonfirmasi New Malang Pos.

Baca Juga :  Wali Kota dan Forkopimda Pantau Ketersediaan Oksigen dan Obat

Alam dan Diego memang sedang tidak dalam kondisi primanya sejak latihan hari Senin (21/6) lalu di Stadion Gajayana. Alam yang hadir tampak di latihan tidak bisa bergabung dengan rekan-rekannya. Pemain berusia 29 tahun itu terpaksa menjalani latihan terpisah dari pinggir lapangan.

Sedangkan Diego masih sempat berlatih bersama tim. Namun, sebelum tim masuk ke dalam sesi latihan terakhir berupa internal gim, pemain kelahiran Belanda itu ditarik keluar lapangan oleh tim fisioterapis. Dia sempat mengeluh dengan kakinya. “Info dari dokter mereka masih sakit, belum bisa ke lapangan,” terangnya.

Baca Juga :  SanDi Target Raih 80 Persen Suara

Ketidakhadiran ketiga pemain itu berdampak signifikan saat latihan, utamanya saat sedang menjalani internal game. Para pemain dirotasi besar-besaran untuk menyesuaikan posisi yang ditinggalkan masing-masing pemain. Renshi yang berposisi murni sebagai gelandang bertahan ditempatkan di posisi bek tengah. Ia awalnya berduet dengan pemain muda Achmad Figo. Dampaknya, Bagas Adi Nugroho digeser ke bek kiri.

Posisi bek kanan juga hanya ada Rizky Dwi Febrianto di salah satu tim. Alhasil, Dendi Santoso tampak mengisi posisi yang ditinggalkan Diego. Ia kerap turun menjaga lawan yang beroperasi di sektor tersebut. Tak jarang juga Dendi jadi orang terakhir yang mengejar umpan terobosan ke kotak penalti. Meskipun Dendi tetap diberi lisensi untuk tetap bermain menyerang. (abr/ley)