Tiga Hari Hilang, Paino Ditemukan Mengapung

EVAKUASI: Jasat Paino (56) dievakuasi tim SAR gabungan ditemukan Jumat (22/10) pagi, usai pencarian tiga hari setelah hanyut di Sungai Brantas yang tidak jauh dari rumahnya, Selasa (19/10).(Ist/NMP)

NEW MALANG POS, MALANG- Usai tiga menghilang, jasat Paino (56) warga warga RT 08 RW 02 Desa Kedung Pedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ditemukan, Jumat (22/10). Paino ditemukan dalam kondisi mengapung di aliran sungai di bawah Jembatan Dusun Bumiayu Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen.

Pencarian selama tiga hari melibatkan tim SAR gabungan termasuk Basarnas dan Kepolisian. Jasat Paino ditemukan sekitar 6 kilometer dari lokasi kejadian hilangnya korban. Saat ditemukan, kondisi jasat korban dalam keadaan membengkak hampir seluruh tubuh. “Korban atas nama Paino ditemukan pagi tadi (kemarin, red.) dalam kondisi telungkup. Tubuhnya mengapung di sungai,” ujar Trisman, salah satu anggota SAR Kanjuruhan yang saat itu mendokumentasikan dan melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Berakhir! Pelaku Curanmor Ditangkap di Aksi ke-13

Ia menerangkan, selain Basarnas, tim pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Polsek Kepanjen, Koramil Kepanjen, Perangkat Desa Kedungpendaringan, BPBD, Tagana, dan Relawan.

Trisman menyebut, jasat Paino ditemukan seorang warga bernama Kamari. Jasat korban ditemukan saat Kamari tengah mencari rongsokan di sungai. Temuan itu dibenarkan Kapolsek Kepanjen AKP Sri Widyaningsih. Ia menjelaskan korban dibawa ke RSUD Kepanjen usai dievakuasi. “Hanyut hari Selasa jam 16.00 sore, diketemukan menganbang. Korban dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk diperiksa,” ujar Kapolsek yang disapa Widya itu.

Baca Juga :  Dapat Izin Polresta Malang Kota, Stadion Gajayana Siap Gelar Liga 3 Jatim Tanpa Penonton

Ia menjelaskan, usai dibawa ke rumah sakit, korban dipertemukan dengan pihak keluarga. Sebelumnya, diberitakan New Malang Pos, Paino hanyut di Sungai Brantas yang tidak jauh dari rumahnya. Peristiwa itu terjadi Selasa (19/10) sekitar pukul 16.00. Paino disambar air sungai yang meluap saat asyik mancing. Korban ditemukan dalam kondisi utuh tidak ada luka serius seperti halnya benturan keras. “Setelah dilakukan visum di RSUD dan dinyatakan murni kecelakaan, keluarga menerima. Jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Widya. (tyo/udi)

artikel Pilihan