Tidak Asal Masak, Perlu Kesadaran

KREATIF: Yuanitha Adiwinoto, Sst.Par, bersama dengan siswa-siswinya di SMP Petra menunjukkan hasil sebuah kreasi tata boga sebelum kondisi pandemi covid-19.

NEW MALANG POS, MALANG – Kalau mendengar istilah tata boga akan terbayang masak memasak, atau terbersit sebuah masakan. Memang itulah yang dimengerti kebanyakan orang tentang tata boga. Kalau ada di SMK, artinya jurusan memasak.

Menurut Guru Tata Boga SMP Petra yang juga Owner Kecheng Pastry, Yuanitha Adiwinoto, Sst.Par, tata boga memiliki arti dari segi arti bahasa, Tata artinya menata, dan boga adalah suatu kegiatan yang dapat didefinisikan sebagai kegiatan menghidangkan dan membuat makanan agar layak dikonsumsi.

Menurutnya di masa kini tidak hanya wanita yang bisa memasak tetapi juga pria. Bahkan kata dia, masakan pria lebih enak daripada masakan wanita. Karena itu masyarakat harus merubah pola pikir yang dimana wanita harus dituntut bisa memasak. Karena sejatinya memasak juga dapat dilakukan oleh laki-laki.

Baca Juga :  Diikuti 121 Lulusan, Unika Widya Karya Gelar Wisuda ke-37 Secara Full Daring

“Saat ini kita melihat lebih banyak cowok yang bisa memasak dari pada cewek,” kata Chef Yuanitha Adiwinoto, Sst.par., yang juga sukses menjalankan usaha Hawai Roti ini.

Masakan yang ideal tidak hanya yang membuat kenyang. Yang lebih utama menyehatkan tubuh. Dalam menjaga kesehatan tubuh, juga harus mampu untuk mengatur pola makan. Yuanitha mengatakan bahwa memasak itu penting, daripada makan di luar lebih baik membuat sendiri sehingga lebih sehat dan lebih hemat. “Apalagi saat masa pandemi kita harus menjaga kesehatan mereka dengan makanan yang sehat,” lanjutnya.

Baca Juga :  KRAI Polinema Sabet Juara Kontes Robot Indonesia

Dikatakan Yuanitha bahwa keahlian memasak bagi wanita dan pria harus didasari oleh kesadaran diri. Harus ada kemauan dan niat untuk mencoba belajar hal baru termasuk memasak. “Setidaknya kita menjadi tahu, dan itu juga bermanfaat untuk diri kita sendiri karena pola hidup kita tergantung bagaimana cara kita menyikapinya,” tambahnya.

Yuanita menyarankan masyarakat saat ini harus mencoba hal baru dalam memasak. Termasuk bagi mereka yang merasa tidak bisa memasak. Jadi tidak lantas pasrah dan tidak mau mencoba.

Baca Juga :  Batu Siap Kembali ke Sekolah

“Memang tidak salah orang yang tidak bisa memasak, tetapi bukan berarti tidak ingin mencoba memasak. Karena sejatinya manusia itu harus terus belajar dan mencoba hal baru,” ujarnya.

Sementara Pendidikan Tata Boga memiliki hubungan erat dengan Merdeka Belajar. Karena Merdeka Belajar, seperti yang dirancang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah suatu kegiatan yang dilakukan tanpa adanya tuntutan nilai. Sehingga merdeka belajar dapat dilakukan secara mandiri dan di tempat terbuka. Termasuk juga dengan pembelajaran Tata Boga. (mg1/imm/udi)

artikel Pilihan