Tidak Ada Relokasi, Hanya Perbaikan Kios Saja, Hasil Identifikasi Tim DPKPCK Paska Kebakaran Pasar Bululawang

SISA KEBAKARAN: Kondisi kios milik pedagang Pasar Bululawang yang ludes akibat kebakaran hebat, pada Minggu (16/1) lalu. (M. Prasetyo Lanang/Malang Posco Media)

Malang Posco Media – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang sudah merampungkan identifikasi kerusakan kios Pasar Bululawang yang terbakar, pada Minggu (16/1) lalu. Hasilnya memastikan bahwa Pemkab Malang tidak akan melakukan relokasi, namun hanya dilakukan perbaikan secepatnya.

“Identifikasi sudah dilakukan dan seminggu lalu data sudah kami serahkan ke Bappeda untuk disampaikan pada perusahaan (untuk CSR, red),” ujar Plt Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma, Minggu (6/2).

Menurutnya, dari proses identifikasi memperoleh hasil bahwa mayoritas kios pedagang hanya mengalami kerusakan sedang. Sehingga dalam penanganan perbaikan (rehabilitasi) bisa segera dilakukan ketika dana gotong-royong sudah terkumpul.

“Hampir semuanya rusak sedang. Kami menghitung secara umum baik standar HSBGN (Harga Satuan Bangunan Gedung Negara) hingga hitungan paling sederhana Rp 500 per meter persegi,” katanya.

Baca Juga :  Lepas Jabatan, Didik Ribuan Anak

Dari segi kerusakan, kios pedagang mayoritas mengalami kerusakan parah pada bagaian atap. Beberapa yang lain diakui mengalami kerusakan pada bagian kayu seperti kusen dan tiang penyangga.

Mengenai CSR, dikatakannya sejumlah perusahaan sudah ada yang merapat untuk membantu dana bangunan rehabilitasi. Meski ia belum mengetahui secara pasti berapa industri yang merapat karena menjadi kewenangan Bappeda. Dimana nantinya tidak akan ada lagi proses verifikasi lapangan setelah dana CSR dan gotong-royong terpenuhi.

“Untuk pembangunan akan dilakukan pendampingan saja, sesuai dengan kerusakan yang ada sehingga tepat sasaran. Karena dari identifikasi teknis sudah ada perhitungan lengkap,” ucapnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Anak Motor, Karta dan Mahasiswa di Kepanjen Rayakan Sumpah Pemuda Dengan Donor Darah

Pemkab Malang berupaya supaya pedagang dapat kembali berjualan lagi sebelumnya bulan Ramadan atau sekitar awal April. Hal ini diyakini bisa tercapai dengan dilakukan perbaikan segera dengan pembangunan gotong-royong.

“Jadi sebelum puasa bisa berjualan lagi, dengan pembangunan yang penting bisa aman ditempati. Untuk tahun mendatang bisa dianggarkan untuk perbaikan lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu para pedagang yang resah menunggu bantuan dan penanganan kios dampak kebakaran sedikit mendapatkan angin segar. Dimana bantuan permodalan akan diberikan kepada pedagang terdampak dalam waktu dekat. Ini diketahui usai mediasi dengan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang Agung Purwanto.

“Kami akan berupaya memfasilitasi pedagang dengan perbankan untuk memperoleh skema permodalan yang ringan,” ujar Agung dikonfirmasi, Minggu (6/2). Namun ditanya mengenai jumlah ia belum menjelaskan secara gamblang. “Yang diupayakan sesuai kemampuan dan kebutuhan pedagang,” sambungnya.

Baca Juga :  Kota Batu Kembali Masuk Zona Merah

Koordinator korban kebakaran Pasar Bululawang Sugiono menyampaikan, bahwa para pedagang sudah mendapatkan gambaran kapan bantuan permodalan ringan diberikan. Meski belum diketahui jumlah nominal masing-masing yang akan didapat.

“Kepala Disperindag sudah datang ke Pasar Bululawang dan menyampaikan korban kebakaran mendapatkan bantuan yang akan turun Februari ini,” ujar Sugiono. Meski belum diketahui jumlahnya pedagang berharap bisa segera turun. “Kalau nominalnya belum tahu. Tetapi pedagang cukup senang dan penuh harap karena bantuan turun pertengahan Februari,” tukasnya.(tyo/agp)

artikel Pilihan