Tetap Mawas, Penularan Korona Masih Tinggi

Foto: Ilustrasi virus COVID-19. (Edi Wahyono-detikcom)

MALANG, NewMalangPos – Belajarlah dari PPKM Darurat dan Level 4 sebelum diperpanjang. Kesadaran masyarakat mematuhui aturan pembatasan mobilitas dan prokes belum maksimal.

Akibatnya kasus penularan Covid-19 masih saja tinggi. Namun disisi lain pemerintah juga memperhatikan perekonomian warga.

Kabag Humas Pemkot Malang  Donny Sandito mengatakan bila adanya pelonggaran untuk aktivitas ekonomi warga saat PPKM Level 4 maka pihaknya mendukung. Hal ini dikarenakan, Pemkot Malang menekankan penguatan PPKM Mikro. Sebab membatasi mobilitas di tingkat RT dan RW karena lebih terukur dan terdata.

“Pada prinsipnya Pak Wali (wali kota) mengikuti instruksi pemerintah pusat. Apalagi Pak Wali kan memang sejauh ini mengutamakan mereka yang terdampak. Yang jelas Pak Wali akan menguatkan PPKM Mikro karena sejauh ini ada peningkatan peran RT RW yang dinilai efektif,” jelas Donny.

Selain itu pembatasan mobilitas juga dianggap berhasil. Menurut data kepolisian kemarin, ada penurunan signifikan mobilitas dan lalu lintas beberapa hari kemarin. “Selain itu kesembuhan juga meningkat. Dan yang paling penting adalah pemkot tetap menggulirkan bansos bagi yang terdampak,” sebutnya.

Baca Juga :  Paralimpiade Tokyo 2020; Atlet Parasprinter Sapto Yogo Sumbang Medali Perunggu!

Menurut Donny kasus penularan Covid-19 memang sempat mengalami kenaikan yang drastis beberapa waktu lalu. Namun demikian akhir-akhir ini berdasarkan laporan yang ia terima menunjukkan penurunan kasus.  

“Kalau dilihat hari-hari kemarin memang ada penurunan ya, walaupun tidak begitu signifikan. Artinya ini tetap masih ada kemajuan,” katanya. Donny mengatakan, jumlah kesembuhan juga mengalami kenaikan. Bahkan ia mengklaim tingkat kesembuhan juga cukup tinggi.

Sementara itu Pemkab Malang juga evaluasi pelaksanaan PPKM Level 3-4 yang diterapkan.

Sekretaris Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengatakan berbagai upaya maksimal dilakukan selama PPKM Level 3-4 sejak 21-25 Juli. Mulai dari operasi yustisi hingga vaksinasi.

“Memang ada penekanan di PPKM Level 3-4. Pertama terkait penekanan pada kesembuhan pasien, kedua operasi yustisi terkait dengan protokol kesehatan dan penerapan jam malam, serta vaksinasi, dan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19. Semuanya kecuali bantuan sosial sudah kami lakukan,’’ kata Wahyu.

Baca Juga :  Kelola Rumah Belajar, Modalnya dari Kedai Kopi dan Melukis

Selama PPKM Level 3-4 jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang  meningkat tajam. Sejak  21 Juli hingga kemarin, penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang mencapai 1.324 kasus. Pada 21 Juli 2021 lalu, kasus positif di Kabupaten Malang mencapai 7.100 kasus. Sedangkan kemarin sesuai data yang tertulis di info Covid-19 Jatim, jumlah kasus positif mencapai 8.424 kasus.

Wahyu  membenarkan jumlah tambahan kasus Covid-19 itu. Bertambah banyaknya kasus Covid-19 ini, lantaran pihaknya menggalakkan testing. “Karena saat ini testing digalakkan di seluruh Indonesia. Meskipun yang menggelar testing itu wilayah lain, tapi yang ditesting adalah warga Kabupaten Malang hasilnya positif, maka dia pun langsung dimasukkan data di Kabupaten Malang,’’ katanya.

Sementara itu jumlah pasien sembuh meningkat. Wahyu menyebutkan, hal itu berdasarkan BOR ICU dan isolasi. “Indikator banyaknya pasien sembuh ini salah satunya BOR. Di Kabupaten Malang BOR ICU 87 persen dan BOR Isolasi 87 persen. Data itu turun dari awal PPKM lalu di terapkan,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Irwasum Polri Minta Sosialisasi Edukasi Isoter

Pemberlakuan PPKM Level 4 di Kota Batu ternyata tak berdampak berkurangnya angka positif Covid-19. Terbukti pada 25 Juli kemarin, angka kasus baru bertambah 51 orang. Kemudian disusul angka kesembuhan 15 orang dan kematian dua orang.

Jumlah kasus aktif tersebut lebih tinggi dari hari-hari sebelumnya yang rata-rata penambahan berada di angka 22-39 kasus baru per hari. Sedangkan kesembuhan diangka rata-rata 5-15 orang dan kematian rata-rata per hari dua orang. Belum lagi dari pantauan New Malang Pos, angka kematian di desa-desa setiap hari mencapai 1-2 orang.

Wakil Wali Kota Batu  Ir Punjul Santoso MM mengatakan bahwa hasil evaluasi PPKM Level 4 hingga 25 Juli bahwa Kota Batu masih zona merah.  “Apabila ditinjau dari 14 indikator bersatu lawan covid, kondisi Kota Batu pada Minggu ini dengan skor 1,74 termasuk zona merah atau wilayah dengan statusrisiko tinggi,” jelas Punjul. (ian/ira/eri/van)

artikel Pilihan