TEROKA, Dewa Kipas

4
Abdul Halim Pemred New Malang Pos

Oleh: Abdul Halim Pemred New Malang Pos

NewMalangPos Kekalahan GhotamChess alias Levy Rozman oleh Dewa Kipas alias Dadang Subur dalam permainan catur online di Chess.com membuat akun Dewa Kipas dibanned oleh Chess.com. Itu karena Chess.com mencurigai ada kecurangan yang dilakukan Dewa Kipas saat bermain catur melawan GhotamChess yang berlangsung pada 2 Maret 2021 lalu.

Tak terima akun Dewa Kipas dibanned, Ali Akbar anak Dewa Kipas mencuit di media sosial. “Saya tidak terima. Mentang-mentang public figure (GothamChess) bisa senaknya saja memblokir akun orang,” tulis Ali Akbar dalam cerita yang dia unggah di akun sosial media pribadinya.
Sontak unggahan Ali Akbar membuat warganet Indonesia murka. Mereka menyerang akun GhotamChess dan Chess.com.

Dalam Podcast Deddy Corbuzier, GhotamChess mengaku diserang netizen dengan kata-kata tidak pantas akibat menuding curang Dewa Kipas. Ia menilai bentang prosentase akurasi langkah Dewa Kipas dalam permainan catur itu sulit dipercaya, bahkan untuk level pemain profesional sekalipun.

“Ada sebuah momen di mana akun tersebut menang 27 gim secara beruntun dan akurasinya mencapai 98, 99, 97, 98. Tak ada pemain catur yang bisa melakukan itu, sekali pun dia adalah juara dunia,” kata Levy Rozman di podcast Deddy Corbuzier, Jumat (19/3/2021). “Hikaru Nakamura seorang Grand Master yang luar biasa, tidak bisa melakukan itu,” ucapnya lagi.

Sementara Dewa Kipas juga mengaku diperlakukan tidak adil oleh Chess.com. Ia mengaku tidak melakukan kecurangan seperti yang ditudingkan Chess.com. Jagad maya pun makin riuh bergemuruh.

Beda netizen, beda pula cara pecatur profesional menyikapi keriuhan atas pro kontra Dewa Kipas. Grand Master Catur Wanita Irene Kharisma Sukandar justru mengaku kecewa sehingga harus melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Deddy Corbuzier di twitternya pada 14 Maret 2021. Itu karena catur online Dewa Kipas dengan GothamChess dibahas di Podcast Deddy Corbuzier dengan menghadirkan Dadang Subur dan Ali Akbar, anaknya.

“Saya tidak menyangka bahwa pemberitaan tentang GothamChess dan Dewa_Kipas akan sebesar ini.” tulis Irene. “Di satu sisi, tentu segala bentuk publikasi akan catur adalah suatu keuntungan bagi para insannya. Tapi, saya selalu memegang nilai-nilai kebenaran, jujur dan ksatria seperti makna permainan catur,” lanjut surat tersebut.

“Kejadian ini sudah merugikan banyak pihak dan kepopuleran yang didapat tidak sebanding dengan rasa malu saya dan teman-teman pecatur profesional lainnya di mata dunia percaturan internasional. Seakan-akan citra positif dan prestasi yang kami bangun susah payah untuk Tanah Air Indonesia yang saya cintai ini sirna karena dampak negatif dari pemberitaan yang berkembang,” lanjut isi surat tersebut.

Deddy merespon sangat elegan dengan menggelar pertandingan terbuka yang mempertemukan Dewa Kipas Dadang Subur dengan GM Wanita Irene Sukandar. Laga catur offline itu disiarkan langsung di chanel youtube Deddy Corbuzier pada Senin (22/3) Maret pukul 15.00 WIB lalu. Pertandingan itu pecah rekor dengan penonton 1,3 juta. Luar biasa!  

Pertandingan itu langsung menghadirkan pengurus besar Percasi dengan dua komentator. Grand Master Susanto Megaranto dan Women Internasional Master Chelsie Monica. Laga pembuktian kemampuan catur Dewa Kipas itu layaknya uji publik yang menarik. Berlangsung fair, adil dan jujur. Dan yang paling menegangkan adalah disiarkan secara live sehingga ditonton jutaan orang Indonesia bahkan dunia. Bahkan jadi sorotan Federasi Catur Dunia (FIDE).

Dan hasilnya, GM Catur Wanita Indonesia Irene Sukandar berhasil menaklukkan Dewa Kipas dengan skor 3-0. Sejatinya masih ada satu babak lagi, tapi Dewa Kipas sudah menyerah dan mengakui keunggulan Irene. Selepas pertandingan Irene menegaskan ini bukan ajang pembuktian kemampuan, tapi silaturahmi.

Tapi berkat pertandingan catur ini disiarkan langsung, publik sudah mendapatkan pelajaran berharga tentang pertandingan catur, yang selama ini masih kelas dua. Masih kalah pamornya dengan cabor-cabor yang lain. Tapi pasca kejadian pro kontra Dewa Kipas, pamor catur mendadak naik daun. Semua kemudian fokus dan diam-diam mempelajari teknik dan aturan catur yang sesungguhnya.

Kamis (9/4) besok, Uji Publik versi lain digelar di Pemkot Malang. Kali ini yang bakal ‘bertanding’ dalam arena uji publik adalah tiga calon Sekda Kota Malang. Erik Setyo Santoso, Subkhan dan Handi Priyanto. Kalau di permainan catur ada wasit dan pengawas pertandingan serta komentator, di Uji Publik besok juga ada para perwakilan Forkompimda, tokoh masyarakat serta pakar yang akan memblejeti kemampuan, strategi serta sikap manajerial para calon sekda tersebut.       

Menariknya lagi, Uji Publik calon sekda pertama kali ini bakal disiarkan langsung chanel youtube Pemkot Malang. Tak hanya bisa menonton dan menilai, masyarakat juga bisa mengajukan pertanyaan di live chat kepada para calon. Tentu ini menjadi Uji Publik yang transparan, akuntabel dan layak ditunggu hasilnya.

Seperti permainan catur, seleksi dan Uji Publik Sekda juga mengusung filosofi catur. Keadilan dan kejujuran, setiap calon diberikan kesempatan yang sama, diuji dalam bidak atau ruang yang sama dan dipersilahkan menjawab dengan waktu yang sama.

Jawaban-jawaban ketiga calon Sekda akan menjadi nilai-nilai khusus bagi Panitia Seleksi serta walikota untuk akhirnya memutuskan siapa yang memang layak menjadi Sekda idaman Kota Malang lima tahun ke depan. 

Kalau di catur, tujuan akhir permainan adalah skakmat, mematikan Raja. Maka di Seleksi Sekda ini, tujuan akhirnya juga membuat ‘Raja’ tidak punya pilihan. Pilihannya adalah ‘menyerah’ pada calon yang bisa ‘mengalahkan’ hati dan pikiran Pansel dan Walikota dengan segala teori, langkah, srategi dan perjuangan yang keras. Sehingga calon Sekda yang sudah teruji tersebut memang layak menjadi Sekda idaman.

Seorang Sekda layaknya pecatur profesional yang harus memahami teknik pertandingan. Ada opening game, middle game, dan end game. Semua ada teori dan strateginya yang tersusun rapi dan rumit. Begitu juga dengan Sekda. Sebagai pejabat yang melayani birokrasi dan menyukseskan program-program walikota, Sekda juga harus memahami bagaimana melaksanakan, mengeksekusi dan mengevaluasi program demi keberhasilan walikota dan pemerintahannya.

Jangan sampai salah strategi, apalagi sembrono dalam melangkah. Baru di awal karir, eh sudah dikunjungi KPK. Harus hati-hati juga, jangan sampai awal sampai tengah aman, eh di penghujung jabatan walikota malah timbul masalah. Paling ekstrim malah dicokok KPK. Intinya siapa pun Sekdanya harus benar-benar seperti Grand Master catur yang bermain tenang, penuh perhitungan dan memenangkan pertandingan alias sukses.

Pertandingan GM Irene Sukandar dengan Dewa Kipas itu akhirnya sama-sama happy ending. Irene mendapat hadiah Rp 300 juta. Dan Dewa Kipas akhirnya kipas kipas dengan hadiah Rp 100 juta. Padahal menurut Data PB Percasi, Dewa Kipas tercatat bermain 369 gim di Chess.com dalam kurun waktu 11 Februari sampai 2 Maret 2021. Sejarah Kota Malang sudah pernah menorehkan catatan merah. Jangan sampai, sekda, wali kota dan dewan kembali berurusan dengan KPK. Nanti ada yang bahagia sambil Kipas Kipas.(*)