Terlilit Utang, Pria Satu Anak Diringkus Polisi Usai Memeras dan Memperkosa Wanita

21
RILIS TERSANGKA : Kapolsekta Lowokwaru Kompol Fatkhur Rokhman didampingi Panit I Reskrim Polsekta Lowokwaru Ipda Zainul Arifin, saat merilis kasus pemerasan dan pemerkosaan di Mapolsekta Lowokwaru Senin, (3/5).(NMP - IPUNG PURWANTO)

MALANG, NewMalangPos – Pelaku aksi pemerasan dan pemerkosaan yang terjadi di salah satu guest house di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru akan dihukum cukup berat. Irwan Yulianto, 24, warga asal Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ditetapkan sebagai tersangka usai kasusnya diungkap oleh Polsekta Lowokwaru.

Kapolsekta Lowokwaru Kompol Fatkhur Rokhman menuturkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan tersangka tidak lama setelah melakukan aksi bejatnya. Bapak satu anak tersebut mengaku melakukan hal tersebut lantaran faktor ekonomi.

“Pelaku mengaku terlilit utang sehingga terpaksa melakukan hal tersebut,” ujar Fatkhur.

Ia juga menyampaikan bahwa tersangka ini, masih baru kali pertama beraksi seperti itu. Ia nekat menjajal untuk memeras wanita panggilan, lantaran ia berpikir dalam sehari wanita tersebut sudah melayani beberapa pria hidung belang.

Tersangka yang gelap mata ini mengaku menelusuri sosial media Twitter untuk mencari mangsa. Saat itulah ia bertemu dengan akun milik NH, 29, warga asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang yang menjadi korban incaran tersangka.

Pelaku menghubungi korban pada Jumat, (23/4) pekan lalu. Pelaku mengaku tertarik dan sempat tawar menawar harga. Setelah ada kesepakatan harga antara korban dan pelaku, keduanya memutuskan untuk bertemu di kamar yang sudah dipesan di salah satu guest house sekitar pukul 18.00.

“Pelaku dari awal sudah berniat memeras korban, dan mengambil uang penghasilan korban,” ujarnya.

Usai bertemu dengan korban, pelaku sempat berbasa-basi sebelum mengacungkan pisau lipat yang disimpannya ke leher korban. Korban yang ketakutan dan tidak berdaya hanya bisa merangkak mengambil tas nya dan memberikan apa yang tersangka minta.

Saat itu tersangka melihat HP iPhone 8 milik korban ada di atas kasur. Tersangka langsung mengambilnya dan memaksa korban memberi tahu sandi untuk membuka HP tersebut.

“Setelah barang-barang korban disimpan tersangka di saku miliknya, korban diikat tangannya menggunakan seutas tali putih kira-kira sepanjang satu meter,” sambungnya.

Melihat korban dengan posisi tengkurap dan tangan terikat membuat birahi tersangka naik. Tanpa pikir panjang, celana pendek abu-abu yang dikenakan korban langsung dilepas oleh tersangka dan disumpalkan di mulut korban sembari menyetubuhi korban.

Tersangka pun kabur usai hasrat dan tujuannya terpenuhi. Sebelum pergi tersangka mengancam korban untuk tidak berteriak, agar tidak dibunuh.

Selang sehari tepatnya pada Sabtu, (24/4) pekan lalu, Irwan Yulianto berhasil dibekuk oleh Unit Reskrim Polsekta Lowokwaru. Pelaku ditangkap karena melakukan perbuatan melawan hukum pada pasal 368(1) dan/atau pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Atas perbuatannya tersangka diancam akan dihukum dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (rex/ley)