Terima Gratifikasi Rp 11,5 M, Eks Penyidik KPK AKP Robin-Pengacara Maskur Jadi Terdakwa

AKP Stepanus Robin (Foto: Azhar Bagas/detikcom)

Jakarta, NewMalangPos – AKP Stepanus Robin Pattuju didakwa Jaksa KPK karena terima hadiah uang senilai Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar terkait penanganan perkara di KPK.

Mantan penyidik KPK tersebut nekat menerima suap dari beberapa nama diantaranya ada Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

“Terdakwa bersama Maskur Husain menerima hadiah atau janji berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp 11.025.077.000 dan USD 36.000 atau setidak-tidaknya sejumlah itu,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, seperti  yang dilansir dari detikcom, Senin (13/9/2021).

Baca Juga :  Daftar Sesar Aktif Pemicu Gempa di Indonesia dan Lokasinya

Maskur Husain merupakan seorang pengacara yang bekerja sama dengan AKP Robin untuk berdagang perkara di KPK. Berikut rincian uang yang diterima AKP Robin bersama dengan Maskur Husain:

1. Dari M Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000;

2. Dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000;

3. Dari Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000;

4. Dari Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000; dan

5. Dari Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000.

Untuk dolar Amerika Serikat atau USD yaitu 36 ribu bila dikurskan maka sekitar Rp 513.297.001. Jadi total uang yang diterima AKP Robin dan Maskur Husain totalnya sekitar Rp 11.538.374.001.

Baca Juga :  KHOFIFAH: Kades Punya Nazab Bisa Jadi Menteri

Jaksa mengatakan suap yang diberikan ke AKP Robin berkaitan dengan perkara yang dihadapi 5 pemberi suap tersebut. Perbuatan AKP Robin itu dibantu oleh Maskur Husain yang berprofesi sebagai pengacara.

Dalam surat dakwaan itu, disebutkan Robin merupakan penyidik KPK sejak 15 Agustus 2019. AKP Robin juga disebut membuat rekening bank atas nama Riefka Amalia yang merupakan adik dari teman wanita Robin, rekening itu digunakan untuk menampung pemberian suap.

“Selain itu, Terdakwa juga mencari lokasi (safe house) guna tempat bertemu Terdakwa dengan Maskur Husain dan pihak lain untuk melakukan serah-terima uang,” kata jaksa.

Baca Juga :  Kadisbud Denpasar Tersangka Korupsi Rp 1 M, Diduga Selewengkan Dana BKK Provinsi Bali dan Kota Denpasar

Atas perbuatannya itu AKP Robin terancam pidana dalam Pasal Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(zap/dhn/dtk/mg8/mg9/jon/nmp)

Pilihan Pembaca