Terciduk di Jalur Tikus

kendaraan yang di periksa di salah satu jalur "tikus" Kabupaten Malang. (NMP-Ira Ravika)

6 Kendaraan Putar Balik di Dusun Kambal

Giliran Siaga Penyelundup Pemudik

NewMalangPos – Coba-coba terobos jalur tikus, pemudik malah dihadang petugas. Akibatnya gagal mudik akibat disuruh putar balik. Penjagaan jalur alternatif pun ditingkatkan. Bahkan kini aparat antisipasi beragam modus penyelundupan pemudik.

Kasus pemudik kepergok di jalur tikus itu terjadi di perbatasan Kabupaten Malang dengan Blitar. Persisnya di Dusun Kambal Desa Mulyorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, Jumat (7/5) kemarin.

Kasat Lantas Polres Batu AKP Indah Citra Fitriani SIK mengatakan sebanyak enam kendaraan disuruh putar balik di Dusun Kambal. Rinciannya empat motor dan dua mobil. Untuk diketahui, Polres Batu memiliki wilayah hingga barat Kabupaten Malang seperti Pujon, Ngantang dan Kasembon.

Sedangkan Pos Sekat Kandangan dari Kota Batu, tercatat 25 motor dan delapan mobil harus putar balik. Di Pos Sekat Bumiaji, polisi memulangkan 11 motor dan delapan mobil ke daerah asal. Di antaranya Surabaya.

“Kendaraan yang diputar balik karena pengendara tak bisa menunjukkan surat-surat yang diminta. Sehingga dicurigai bahwa pengendara akan melakukan mudik,” jelas AKP Indah Citra Fitriani SIK.

Baca Juga :  Galau Isi Slot Asing

Di wilayah Kabupaten Malang memang ketat pemeriksaan di jalur tikus. Contohnya Polsek Jabung dan Koramil Jabung melakukan penyekatan di akses alternatif yang bisa mengubungkan dengan jalur tikus. Di antaranya di depan check point mandiri Desa Kemiri. Petugas melakukan pemeriksaan kendaraan dan identitas pengendara maupun penumpang.

“Jalur di Desa Kemiri ini merupakan salah satu yang menjadi perhatian petugas, untuk mengantisipasi datangnya pemudik,’’ kata Kapolsek Jabung AKP Kusmindar. Dia mengatakan,  jalur di Desa Kemiri merupakan jalan alternatif. Jalan tersebut menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dengan Kabupaten Pasuruan.  

Namun demikian Kusmindar mengatakan sejak penyekatan larangan mudik diterapkan Kamis (6/5) lalu, tidak ada kendaraan yan diputar balik. “Kemarin (Kamis) saya sampai pukul 22.00 di situ, tidak ada kendaraan yang berisi penumpang seperti travel atau apa yang melintas. Ada mobil pribadi, itupun warga sekitar. Paling banyak motor dengan pengendara warga sekitar,”
urainya.

Kusmindar mengatakan, berbeda dengan check point pos penyekatan di exit tol atau di wilayah Karangkates, Sumberpucung. Check point di Desa Kemiri adalah check point mandiri. Petugas yang melakukan penjagaan  yakni anggota Polsek Jabung, Koramil Jabung, petugas Kecamatan Jabung serta relawan.

Baca Juga :  Akhiri Pekan Islami XIV, PT ACA Berbagi di Tirtoyudo dan Dampit

Kondisi yang sama juga terlihat di check point mandiri Pos Penyekatan Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo. “Tidak ada yang diputar balik. Ada kendaraan yang melintas, itu dikendarai warga sekitar sini saja,’’ kata Aiptu Kusyanto anggota Polsek Poncokusumo.

Sementara itu kemarin Bupati Malang HM Sanusi  meninjau pos penyekatan di wilayah  Kasembon. Didampingi Kapolres Kota Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo, Sanusi tak sekadar melihat petugas melakukan pemeriksaan kendaraan dan indentitas warga. Tapi orang nomor satu di Pemkab Malang ini ikut memeriksa indentitas warga.

Sementara itu Polresta  Malang Kota mempelajari berbagai modus yang biasa digunakan oleh pemudik gelap. Sehingga pada masa larangan mudik saat ini, petugas gabungan yang berjaga di pos penyekatan telah melakukan antisipasi. Ini termasuk penyeludup pemudik.

Berkaca dari tahun sebelumnya, beberapa pemudik nekat memanfaatkan kendaraan pengangkut barang atau bahan logistik supaya lolos pemeriksaan. Oleh karenanya, hal tersebut juga menjadi perhatian khusus petugas gabungan di exit Tol Madyopuro.

Baca Juga :  Polres Malang Luncurkan Suket Teki On The Spot

“Kami sudah pelajari modusnya dan akan waspadai hal serupa terjadi, seperti salah satunya menggunakan kendaaran bak terbuka yang ditutup terpal,” ujar Kapospam Exit Tol Madyopuro AKP Suwarno kepada New Malang Pos.

Terpisah Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, untuk wilayah Kota Malang tidak ada jalur tikus. Hal ini dikarenakan posisi wilayah Kota Malang yang berada di tengah tengah Rayon 2.  

Pada hari kedua masa larangan mudik, Leo juga menyempatkan untuk meninjau penyekatan yang ada di Exit Tol Madyopuro. Tidak hanya meninjau kelengkapan sarana pospam dan kesiapan petugas, namun juga memastikan kelengkapan tes antigen.

Pada hari kedua larangan mudik kemarin, setidaknya ada 10 kendaraan yang harus putar balik, tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang. Berbagai kendaraan itu berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Banyuwangi. (eri/ira/ian/van)