Temukan Urgensi Modal Intelektual Kinerja Arsitek

Breeze Maringka, Dosen ITN Malang dan juga Arsitek Profesional Raih Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan.

NEW MALANG POS, MALANG – Modal intelektual, kepemimpinan dan motivasi ternyata punya pengaruh terhadap kinerja arsitek. Variabel-variabel ini penting untuk mempengaruhi peningkatan kinerja arsitek. Dan ini juga sudah diteliti oleh dosen ITN Malang, Dr. Ir. Breeze Maringka, MSA.

Sebelumnya, Breeze juga telah melakukan penelitian. Hasilnya diketahui bahwa kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama maupun masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.

Keduanya mempengaruhi modal intelektual untuk meningkatkan kinerja seorang arsitek. Terbukti, kinerja arsitek meningkat dengan adanya variabel intervening kepemimpinan dan motivasi. “Dari dua variabel tersebut, punya terhadap modal intelektual yang tertinggi,” katanya.

Baca Juga :  Khofifiah Bantah Ada Manipulasi Data Kematian Covid-19 di Jatim

Menurutnya, variabel modal intelektual sebagai variabel eksogen, dan kepemimpinan serta motivasi sebagai variabel intervening. Dan yang paling tinggi mempengaruhi kinerja arsitek (variabel endogen) adalah kepemimpinan.

Penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang tepat sesuai kebutuhan, serta dorongan semangat kepada tim kerja akan mempengaruhi keberhasilan. “Keberhasilan ini dicapai melalui prosedur kerja serta cita-cita untuk mencapai kualifikasi yang tinggi melalui prestasi, yang akan memicu peningkatan kinerja Arsitek,” jelas Breeze menyimpulkan hasil penelitiannya.

Penelitian Breezer ini merupakan tugas dari disertasinya. Dia lulus dengan predikat sangat memuaskan dari Program Doktor Ilmu Ekonomi, Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Merdeka Malang pada pertengahan Januari 2022. Raihan doktor ini selain menjadi kebanggaan Prodi Arsitektur ITN Malang, juga menjadi kado terindah bagi Breeze yang berulang tahun pada 23 Januari.

Baca Juga :  Malang Bantah Luhut, Siap Adu Data Kenyataan Lapangan

Breeze sebagai Dosen Arsitektur ITN Malang pengampu mata kuliah manajemen konstruksi, struktur dan konstruksi, dan perancangan arsitektur. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Persatuan Konsultan Indonesia Provinsi Jawa Timur, serta pernah menjabat sebagai Wakil Ketua IAI Wilayah Malang.

Sebagai Arsitek Profesional Indonesia dan Pemegang Surat Tanda Registrasi Arsitek Kualifikasi 1-Utama, Pemegang Sertifikat Arsitek Profesional Asean atau Asean Architect (AA). Untuk itu sebagai profesional, Breeze berhak menyandang gelar Dr. Ir. Breeze Maringka, MSA., IAI., AA.

Untuk menyandang gelar doktor memang tidak mudah, Breeze harus lulus dalam ujian disertasi dua tahap. Ujian tahap satu penelitian disertasi yang bersifat tertutup dinyatakan lulus pada Mei 2021, dan ujian tahap dua penelitian disertasi yang bersifat terbuka pada 14 Januari 2022 yang lalu.

Baca Juga :  Pasar Buku Wilis Bakal Dibangun Dua Lantai

Dalam disertasinya Breeze mengambil judul “Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Arsitek Melalui Kepemimpinan dan Motivasi di Malang”. Judul ini bertolak dari hasil kajian Breeze terhadap artikel penelitian terdahulu dan fenomena-fenomena yang ada. (imm)

artikel Pilihan