Temukan Bakat Spesial di Hadapan Juri

1
Jessica Nissi Putri Kaban (SMA Charis National Academy) Runner Up 1 Putri Kartini Malang 2021

MALANG, NewMalangPos – Hal pertama yang perlu diatasi Runner Up 1 Putri Kartini Malang 2021 Jessica Nissi Putri Kaban ketika harus mengikuti beauty pageant atau kontes kecantikan adalah rasa insecure alias kurang percaya diri. Perasaan itu cukup membebaninya karena merasa kurang cocok untuk bersaing di ajang tersebut, sekaligus menjadi kontes kecantikan pertama yang ia ikuti. Namun, rasa itu perlahan bisa diatasi melalui bakat menggambar yang dia miliki.

Lewat kegigihannya, gadis yang akrab disapa Chika itu menemukan satu momen yang betul-betul bisa mengatasi rasa inscecure yang sejak awal menghampiri. Momen itu datang ketika tes bakat para calon grand finalis Putri Kartini Malang 2021. Saat tersebut, dia menjadi satu-satunya peserta yang menampilkan bakat fashion design di hadapan para juri.

“Waktu tes bakat ini insecure saya lagi besar-besarnya sih karena tahu saingan seperti apa. Terus saya menemukan satu bakat yang gak dimiliki sama peserta lain, yaitu menggambar fashion design. Saat itu juga, saya merasa punya sesuatu yang peserta lain tidak punya. At that point, I feel special. Saya mulai percaya diri sama diri sendiri,” ungkap siswi SMA Charis National Academy itu.

Momen menentukan itu mampu membuatnya terus melaju hingga menjadi grand finalis, bahkan berakhir dengan gelar Runner-up 1 Putri Kartini Malang 2021. Padahal sejak awal, Chika memutuskan untuk mengikuti audisi tersebut dengan prinsip nothing to lose dan fokus mengais pengalaman sebanyak-banyaknya.

“Mau nanti menang atau kalah, saya yakin standar hidup saya meningkat setelahnya,” ucap gadis kelahiran 27 September 2003 itu.

Chika menjelaskan, salah satu faktor yang membuatnya tidak percaya diri sejak awal adalah pandangan orang lain pada siapapun yang mengikuti beauty pageant. Ada anggapan bahwa setiap peserta terkenal dengan kecantikan dan kepintarannya. Sementara, Chika sama sekali tidak merasa sesuai dengan anggapan orang lain.

“Pertama kali tertarik ikut Putkar (Putri Kartini Malang 2021) karena ditawari oleh seorang guru. Dia berpendapat kalau saya punya kemampuan di situ. Namun pada saat itu saya tidak merasakan hal yang sama karena saya bukan model dan tidak punya pengalaman sama sekali dalam hal seperti itu. Ada masanya juga saya sering insecure sama diri sendiri,” tutur anak dari pasangan Basia Kaban dan Novia Saragih ini.

Selepas mengikuti Putri Kartini Malang 2021 sebagai kontes kecantikan pertamanya, dia mendapatkan pelajaran berharga. Dari sana, dia memahami di beauty pageant, bukan hanya beauty dan brain saja yang diperhatikan. Melainkan juga behaviour. Dengan begitu, setiap peserta bisa menjadi role model bagi masyarakat sekitarnya.
Chika juga memiliki satu motto yang dia pegang.

“Perjuangan Kartini belum selesai sampai di sini, mari kita semua jadi Kartini di bidang masing-masing. Intinya saya percaya dengan mengikuti beauty pageant ini jangan melihat mahkotanya. Kita harus bisa merasakan konteks kartini yang sebenarnya itu apa,” tutup dia. (abr/ley)