Taylor Swift Akan Rekam Ulang 30 Lagu di Album Red

Taylor Swift (Foto: Screenshot via Twitter/@taylorswift13)

Jakarta, NEW MALANG POS – Penyanyi Taylor Swift menyatakan bahwa dirinya akan akan merekam ulang 30 lagu yang ada pada album Red. Ini menjadi album kedua yang direkam ulang oleh Taylor Swift setelah album Fearless (Taylor’s Version) pada April 2021.

Hal tersebut disampaikan Taylor Swift sendiri  lewat unggahan di Twitter pada Sabtu (19/6) yang mengungkapkan bahwa dirinya akan merekam ulang album Red yang dirilis pada 2012 silam. Album versi baru tersebut akan dirilis pada 19 November.

Dalam unggahan di media sosial, Taylor Swift juga menjelaskan konteks rencananya untuk versi baru tersebut

“Secara musik dan lirik, Red menyerupai orang yang patah hati. Itu ada di mana-mana, mosaik perasaan yang retak yang entah bagaimana semuanya cocok pada akhirnya.” ujar Taylor Swift.

Baca Juga :  Suara Rakyat Thailand 'Goyang' Kekuasaan PM Prayut

Bahagia, bebas, bingung, kesepian, hancur, euforia, liar, dan tersiksa oleh kenangan masa lalu. Saya pergi ke studio dan bereksperimen dengan suara dan kolaborator yang berbeda,” lanjutnya.

Pelantun single You Belong With Me ini juga mengatakan bahwa dirinya berusaha mencurahkan segenap kemampuan untuk merekam ulang album Red yang telah ditampilkan di harapan Swifties, sebutan bagi penggemar Taylor Swift.

“Terkadang saya perlu membicarakannya (berulang-ulang) agar benar-benar menjadi….berakhir. Seperti saat teman yang menelepon di tengah malam tentang mantan kekasihnya, saya tidak bisa berhenti menulis. Ini akan menjadi pertama kalinya kalian mendengar semua 30 lagu yang ada di [album] Red. Dan, salah satunya bahkan berdurasi 10 menit,” pungkas Taylor Swift.

Baca Juga :  8 Gorila Di Kebun Binatang San Diego Sembuh dari Covid-19

Perilisan rekaman ulang album Red merupakan lanjutan dari proyek Taylor Swift yang telah merekam ulang album Fearless. Album berjudul Fearless (Taylor’s Version) ini dirilis Taylor Swift pada April 2021.

Billboard melaporkan album rekam ulang dari Fearless yang rilis pada 2008 itu terjual sebanyak 291 ribu unit setara album di Amerika Serikat di pekan per 15 April.

Proyek ini menjadi langkah Taylor Swift untuk kembali mengambil hak atas karya musik dari enam album pertamanya, setelah manajer musik, Scooter Braun, melalui perusahaan Ithaca Holding mengakuisisi label lama Taylor, Big Machine, pada Juni 2019.

Baca Juga :  Demi Keberagaman, Oscar Buat Standar Baru Best Picture

Selain itu, Taylor Swift juga telah merilis album baru folklore yang berisi 16 lagu. Album ditulis dan direkam dalam masa isolasi selama pandemi Covid-19. Lewat album ini, Taylor Swift telah memenangkan Album Of The Year di ajang Grammy 2021.

Pencapaian tersebut menjadikan dirinya sebagai wanita pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sebanyak tiga kali.

Beberapa bulan setelahnya, Taylor Swift kembali merilis album baru berjudul evermore sebagai kejutan kedua usai album folklore. Album Evermore berisi 15 lagu dan menampilkan beberapa musisi seperti Haim, The National, dan Bon Iver. (nly/fjr/cnni/mg1/ley/nmp)